2-Chloro-3-phenylquinoxaline adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa heterosiklik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang unik, terdiri dari cincin quinoxaline yang diperkuat oleh substituen klor dan fenil. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar atau building block untuk merancang senyawa baru dengan sifat tertentu, seperti aktivitas farmakologis atau sifat elektronik.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 2-Chloro-3-phenylquinoxaline menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi dan reaksi siklik. Senyawa ini memiliki sifat kimia yang memungkinkan reaksi dengan berbagai reagen seperti amina, asam, atau logam transisi. Ketersediaannya dalam bentuk murni dan kemasan yang praktis menjadikannya mudah digunakan dalam berbagai skala eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering ditemukan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang sintesis senyawa heterosiklik dan pengembangan obat. Bahan ini juga digunakan dalam penelitian material inorganik dan kimia analitik untuk menguji reaktivitas dan stabilitas senyawa kompleks.
- Sintesis senyawa heterosiklik kompleks untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi pada cincin quinoxaline untuk modifikasi struktur
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam reaksi kimia organik
- Penelitian material inorganik dengan struktur kimia yang terkontrol
- Analisis kimia untuk identifikasi dan karakterisasi senyawa kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7065-92-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari sumber cahaya langsung. Karena bersifat kimia, penggunaannya harus dilakukan dalam lingkungan yang terkontrol, seperti dalam ruang laboratorium dengan ventilasi yang baik. Pemakai harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah paparan langsung.
—
