Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 89-75-8

2,4-Dichlorobenzoyl Chloride, CAS 89-75-8, TCI D0345

2,4-Dichlorobenzoyl Chloride, CAS 89-75-8, TCI D0345

Identitas Kimia

No. CAS
89-75-8
PubChem
CID 66645·SID 87567036
Rumus molekul
C7H3Cl3O
Berat molekul
209.45 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,4-dichlorobenzoyl chloride
SMILES
C1=CC(=C(C=C1Cl)Cl)C(=O)Cl
InChIKey
CEOCVKWBUWKBKA-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00000661
Harga reguler Rp 795.900,00
Harga reguler Rp 572.250,00 Harga obral Rp 795.900,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2,4-Dichlorobenzoyl Chloride dari TCI adalah asil klorida aromatik, yaitu turunan reaktif asam 2,4-diklorobenzoat. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini dipakai sebagai reagen asilasi untuk memasukkan gugus 2,4-diklorobenzoil ke dalam molekul lain. Dengan reagen ini, peneliti dapat membuat amida, ester, keton, dan anhidrida. Gugus diklorobenzoil cukup sering ditemukan pada intermediat farmasi, agrokimia, dan inisiator polimerisasi, sehingga reagen ini punya peran penting dalam sintesis terapan.

Keunggulan utamanya adalah reaktivitas tinggi gugus asil klorida. Gugus ini bereaksi cepat dengan amina, alkohol, dan fenol, biasanya pada suhu ruang dengan bantuan basa penangkap HCl. Reaksi asilasi pun berjalan efisien tanpa reagen kopling tambahan. Atom klor pada cincin aromatik menambah elektrofilisitas karbon karbonil dan memberi sifat lipofilik pada produk. Senyawa ini juga dapat dipakai dalam asilasi Friedel-Crafts untuk membentuk keton aril yang tersubstitusi klor.

Di laboratorium Indonesia, 2,4-Dichlorobenzoyl Chloride dibutuhkan dalam riset kimia medisinal untuk membuat pustaka amida dan ester, dalam pengembangan proses agrokimia, dan dalam penelitian polimer. Tersedia kemasan 25g untuk skala riset dan 500g untuk kebutuhan sintesis berulang atau skala lebih besar di laboratorium pengembangan produk.

  • Sintesis amida: senyawa ini bereaksi cepat dengan amina primer dan sekunder membentuk 2,4-diklorobenzamida, praktis untuk membangun pustaka senyawa dalam penapisan kimia medisinal.
  • Esterifikasi alkohol dan fenol: dengan bantuan basa seperti piridina atau trietilamina, asil klorida ini membentuk ester secara efisien tanpa memerlukan reagen kopling yang mahal.
  • Asilasi Friedel-Crafts: bersama katalis asam Lewis, senyawa ini menghasilkan keton aril terklorinasi yang berguna sebagai intermediat dalam sintesis farmasi dan agrokimia.
  • Derivatisasi untuk analisis: reaksi dengan gugus amina atau hidroksil dapat dipakai untuk menurunkan polaritas analit sehingga lebih mudah dipisahkan dan dideteksi secara kromatografi.
  • Riset inisiator dan polimer: turunan diklorobenzoil berkaitan dengan pembuatan peroksida organik dan monomer khusus, sehingga reagen ini relevan untuk penelitian material polimer.

Merek TCI
Nomor CAS 89-75-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik umumnya berupa cairan atau padatan bertitik leleh rendah; lihat sertifikat analisis untuk keterangan pasti
Penyimpanan wadah tertutup sangat rapat, kering, sebaiknya di bawah gas inert; peka terhadap kelembapan

2,4-Dichlorobenzoyl Chloride peka terhadap kelembapan dan bereaksi dengan air menghasilkan gas HCl yang korosif. Karena itu, simpan dalam wadah kaca tertutup sangat rapat, sebaiknya di bawah nitrogen atau argon, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Jauhkan dari air, alkohol, amina, basa, dan oksidator. Bahan ini korosif dan dapat menyebabkan luka bakar serta iritasi berat pada mata dan saluran napas. Wajib menangani di lemari asam dengan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung atau pelindung wajah, dan jas laboratorium. Gunakan alat gelas kering dan ikuti SDS TCI.

  • Fu dkk. (2014). Ultra high performance liquid chromatography coupled with high resolution quantitation mass spectrometry method development and validation for determining genotoxic 2,5-dichlorobenzoyl chloride in MLN9708 drug substance. Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis doi:10.1016/j.jpba.2013.11.012
  • Leitch dkk. (2017). An Evaluation of Multiple Catalytic Systems for the Cyanation of 2,3-Dichlorobenzoyl Chloride: Application to the Synthesis of Lamotrigine. Organic Process Research & Development doi:10.1021/acs.oprd.7b00262
  • Park dkk. (2011). Influence of the ortho effect in the solvolyses of dichlorobenzoyl chlorides. Journal of Physical Organic Chemistry doi:10.1002/poc.1851

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.