2,5-Dichlorosulfanilic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam proses pembuatan obat, bahan kimia industri, dan senyawa analitik. Sebagai bahan dasar (building block), senyawa ini memainkan peran penting dalam pembentukan struktur kimia yang lebih kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk menghasilkan senyawa-senyawa yang memiliki aktivitas biologis atau sifat kimia tertentu.
2,5-Dichlorosulfanilic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktif, yang memungkinkannya berpartisipasi dalam berbagai reaksi seperti substitusi, hidrolisis, dan reaksi kondensasi. Struktur molekulnya yang khas, dengan dua klorin pada posisi 2 dan 5, memungkinkan senyawa ini berinteraksi dengan berbagai reaktan lainnya. Karena sifatnya yang mudah bereaksi, senyawa ini sering dipilih dalam sintesis senyawa dengan sifat tertentu.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia, farmasi, dan analisis kimia. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk eksperimen yang membutuhkan senyawa bermassa molekul tertentu. Ketersediaannya dalam bentuk kemasan yang praktis memudahkan penggunaan dan penyimpanan di lingkungan laboratorium.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa obat dengan struktur sulfanilat
- Reaksi kimia untuk pembuatan senyawa analitik
- Pengujian kualitas bahan kimia dalam industri farmasi
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa organik
- Pembuatan senyawa dengan sifat antioksidan atau anti-inflamasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 88-50-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, penting untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Selain itu, hindari kontak langsung dengan kulit dan jangan menghirup uapnya.
—
