Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 121-57-3

Asam Sulfanilat – Sulfanilic Acid, CAS 121-57-3, TCI S0120

Asam Sulfanilat – Sulfanilic Acid, CAS 121-57-3, TCI S0120

Identitas Kimia

No. CAS
121-57-3
PubChem
CID 8479·SID 87575730
Rumus molekul
C6H7NO3S
Berat molekul
173.19 g/mol
Kemurnian
>99.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4-aminobenzenesulfonic acid
SMILES
C1=CC(=CC=C1N)S(=O)(=O)O
InChIKey
HVBSAKJJOYLTQU-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 505.050,00
Harga reguler Rp 352.800,00 Harga obral Rp 505.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Sulfanilic Acid dari TCI adalah asam 4-aminobenzenasulfonat, yaitu senyawa aromatik yang memiliki gugus amina dan gugus asam sulfonat pada posisi para. Dalam katalog TCI, bahan ini tergolong building block non-heterosiklik. Di laboratorium, asam sulfanilat dikenal sebagai bahan dasar klasik untuk sintesis zat warna azo, termasuk indikator metil jingga. Selain itu, bahan ini menjadi salah satu komponen pereaksi untuk penentuan nitrit secara kolorimetri.

Ciri khas asam sulfanilat adalah keberadaannya sebagai zwitterion dalam bentuk padat. Gugus asam sulfonat yang kuat melepaskan proton ke gugus amina dalam molekul yang sama. Struktur ini membuatnya relatif stabil dan mudah ditangani sebagai padatan. Gugus amina aromatiknya dapat didiazotisasi dengan nitrit, kemudian garam diazonium yang terbentuk dikopling dengan senyawa aromatik kaya elektron menjadi zat warna azo. Gugus sulfonat memberi kelarutan dalam air pada produk akhir, sifat yang sangat diinginkan dalam industri pewarna.

Di laboratorium Indonesia, asam sulfanilat relevan untuk praktikum kimia organik di perguruan tinggi, terutama percobaan sintesis metil jingga yang menjadi materi standar. Laboratorium pengujian air dan lingkungan juga menggunakannya dalam analisis nitrit. Industri tekstil dan pewarna di Indonesia dapat memanfaatkannya dalam riset pengembangan zat warna. Kemasan 25g cocok untuk keperluan praktikum, sedangkan 500g sesuai untuk kebutuhan laboratorium yang lebih besar.

  • Sintesis indikator metil jingga: asam sulfanilat didiazotisasi lalu dikopling dengan N,N-dimetilanilina, menjadikannya percobaan klasik pada praktikum kimia organik di banyak universitas.
  • Pembuatan zat warna azo larut air: gugus sulfonat memberikan kelarutan pada zat warna akhir, sehingga cocok untuk riset pewarna tekstil dan pewarna makanan.
  • Penentuan nitrit secara kolorimetri: bersama reagen kopling yang sesuai, asam sulfanilat membentuk zat warna azo yang intensitasnya sebanding dengan kadar nitrit dalam sampel.
  • Standar dan bahan uji diazotisasi: strukturnya yang stabil dan mudah dimurnikan menjadikannya bahan model untuk mempelajari reaksi diazotisasi dan kopling azo.
  • Bahan dasar senyawa sulfonat aromatik: kedua gugus fungsinya memungkinkan modifikasi lebih lanjut untuk sintesis turunan sulfonamida, surfaktan, maupun bahan kimia khusus lainnya.

Merek TCI
Nomor CAS 121-57-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik padatan kristal (detail tercantum pada CoA/label produk)
Penyimpanan wadah tertutup rapat, sejuk, kering, terlindung dari cahaya

Simpan asam sulfanilat dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung agar warnanya tidak berubah seiring waktu. Hindari kelembapan dan kontaminasi dari spatula yang kotor. Bahan ini dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata serta berpotensi menyebabkan sensitisasi kulit. Karena itu, gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas lab. Hindari menghirup debu. Jauhkan dari oksidator kuat. Pelajari SDS sebelum digunakan.

  • Narh dkk. (2019). A Novel Approach to Unzipped Tubes Synthesis Using Sulfanilic Acid as the Backbone Amino Acid. Journal of Nano Research doi:10.4028/www.scientific.net/jnanor.57.17
  • Yamamoto dkk. (1990). Intestinal Transport of Sulfanilic Acid in Rats Immunized with Protein–Sulfanilic Acid Conjugate. Pharmaceutical Research doi:10.1023/a:1015832009217
  • Mourier (2026). Nitrous acid deaminative cleavage of heparins using reductive amination tagging by sulfanilic acid. Carbohydrate Research doi:10.1016/j.carres.2026.109832

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.