1,2-Dimethylnaphthalene adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks dan reaksi organik. Bahan ini memiliki struktur aromatik yang stabil dan memiliki sifat non-polar, sehingga cocok untuk berbagai reaksi yang memerlukan kestabilan struktur molekuler. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan senyawa heterosiklik dan bahan bantu dalam sintesis senyawa organik.
Karena sifat kimianya yang stabil dan kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai grup fungsional, 1,2-Dimethylnaphthalene menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi dan reaksi ring-opening. Senyawa ini juga memiliki titik didih yang tinggi, sehingga cocok untuk digunakan dalam proses distilasi atau reaksi yang memerlukan suhu tinggi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini sering dipilih karena ketersediaannya dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia yang kompleks.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat dan bahan kimia farmasi
- Reaksi substitusi aromatik dalam pembuatan senyawa organik kompleks
- Bahan bantu dalam proses distilasi untuk isolasi senyawa dengan titik didih tinggi
- Pengujian sifat kimia senyawa aromatik dalam studi reaktivitas
- Pembuatan bahan intermediet untuk produksi bahan kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 573-98-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan cahaya langsung dan suhu tinggi. Karena sifatnya yang non-polar, wadah yang terbuat dari plastik atau kaca yang tahan terhadap bahan kimia adalah pilihan yang tepat. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Takano dkk. (1995). Separation of 2,6-dimethylnaphthalene from other dimethylnaphthalene isomers. Zeolites doi:10.1016/0144-2449(95)99151-c
- Yamamoto dkk. (1995). Separation of 2,6-dimethylnaphthalene from a mixture of dimethylnaphthalene isomers. Zeolites doi:10.1016/0144-2449(95)99150-l
- Kang dkk. (2014). Separation of 2,6-dimethylnaphthalene in Dimethylnaphthalene Isomers Mixture by Crystallization Operation. Applied Chemistry for Engineering doi:10.14478/ace.2013.1118
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
