2-Methylnaphthalene adalah senyawa organik yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi kimia di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori building blocks kimia, yang merupakan komponen dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Senyawa ini memiliki struktur aromatik dan memiliki sifat non-polar, sehingga cocok untuk berbagai reaksi kimia yang memerlukan stabilitas dan reaktivitas yang baik. Dalam laboratorium, 2-Methylnaphthalene sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa heterosiklik, polimer, dan senyawa organik lainnya yang memiliki struktur kompleks.
Karena struktur molekulnya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 2-Methylnaphthalene menjadi pilihan yang tepat dalam berbagai reaksi kimia. Senyawa ini memiliki titik didih dan titik leleh yang relatif tinggi, sehingga memudahkan proses isolasi dan pemurnian. Selain itu, senyawa ini tidak mudah terurai dalam kondisi normal, sehingga memperpanjang masa simpan dan keandalan dalam penggunaan berulang.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, 2-Methylnaphthalene digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis organik dan analisis kimia. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium universitas, lembaga penelitian, dan industri farmasi, karena kehandalannya dalam berbagai reaksi kimia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat dan bahan kimia
- Analisis komponen dalam sampel organik menggunakan teknik kromatografi
- Pembuatan bahan polimer dengan struktur kompleks dan sifat tertentu
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik dalam kondisi tertentu
- Pengujian sifat kimia senyawa non-polar dalam lingkungan laboratorium
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 91-57-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Bahan padat berbentuk kristal atau serpihan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan panas |
2-Methylnaphthalene harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, di tempat yang sejuk dan gelap untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat non-polar dan tidak mudah terurai, sehingga tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus selama penyimpanan jangka pendek. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, penting untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Karena sifatnya yang tidak mudah terbakar, bahan ini tidak memerlukan penanganan khusus dalam hal kebakaran, tetapi tetap perlu dihindari dari sumber panas dan oksidator.
- Kikuchi dkk. (1992). Shape Selective Disproportionation of Methylnaphthalene on ZSM-5 Catalyst. Collection of Czechoslovak Chemical Communications doi:10.1135/cccc19920909
- Chen dkk. (2016). SOA formation from naphthalene, 1-methylnaphthalene, and 2-methylnaphthalene photooxidation. Atmospheric Environment doi:10.1016/j.atmosenv.2016.02.007
- Hamai (1997). Inclusion Behavior of α-Cyclodextrin with 2-Methylnaphthalene in Aqueous Solutions. Journal of inclusion phenomena and molecular recognition in chemistry doi:10.1023/a:1007955123149
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
