Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 80822-15-7

(+)-Dibenzoyl-D-tartaric Acid Monohydrate TCI D1398

(+)-Dibenzoyl-D-tartaric Acid Monohydrate TCI D1398

Identitas Kimia

No. CAS
80822-15-7
Rumus molekul
C18H14O8.H2O
Berat molekul
376.32 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(2S,3S)-2,3-dibenzoyloxybutanedioic acid;hydrate
SMILES
C1=CC=C(C=C1)C(=O)OC(C(C(=O)O)OC(=O)C2=CC=CC=C2)C(=O)O.O
InChIKey
DXDIHODZARUBLA-IODNYQNNSA-N
MDL
MDL00150722
PubChem
CID 11667949
Harga reguler Rp 637.350,00
Harga reguler Harga obral Rp 637.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

(+)-Dibenzoyl-D-tartaric Acid Monohydrate dengan nomor CAS 80822-15-7 merupakan bentuk monohidrat dari asam tartrat berkonfigurasi D yang kedua gugus hidroksilnya telah diesterifikasi dengan asam benzoat. Senyawa yang sering disebut DBTA ini termasuk agen resolusi kiral paling mapan dalam kimia organik preparatif dan kimia farmasi. Perannya di laboratorium adalah mengubah campuran rasemat basa organik menjadi pasangan garam diastereomer yang memiliki sifat fisik berbeda, sehingga salah satu enantiomer dapat dipisahkan melalui kristalisasi terkontrol tanpa memerlukan kolom kromatografi kiral yang jauh lebih mahal.

Sifat yang membuat bahan ini banyak dipilih adalah dua gugus benzoil aromatik yang memperkaya interaksi antarmolekul di dalam kisi kristal, ditambah dua gugus karboksilat bebas yang siap membentuk garam dengan amina. Konfigurasi D memberikan selektivitas yang berlawanan dibanding pasangan L-nya, sehingga kedua bentuk sering disediakan berdampingan agar peneliti dapat memilih enantiomer target yang diinginkan. Bentuk monohidrat menghadirkan padatan kristalin yang stabil, mudah ditimbang, dan konsisten dari batch ke batch. Kelarutannya yang baik dalam metanol, etanol, dan aseton memudahkan penyusunan sistem pelarut untuk optimasi kristalisasi.

Laboratorium di Indonesia banyak memanfaatkan senyawa ini dalam riset pengembangan bahan baku obat kiral, terutama ketika hanya satu enantiomer yang memiliki aktivitas farmakologis yang diinginkan. Kelompok kimia organik di perguruan tinggi juga menggunakannya untuk penelitian pascasarjana dan demonstrasi prinsip resolusi klasik. Kemasan 25 g memadai untuk skrining kondisi kristalisasi awal, sedangkan kemasan 500 g mendukung pekerjaan preparatif berulang serta scale-up dalam skala laboratorium yang lebih besar.

  • Resolusi rasemat basa organik, karena dua gugus karboksilat bebas membentuk garam diastereomer dengan amina yang memperlihatkan perbedaan kelarutan cukup besar untuk pemisahan kristalisasi.
  • Pemisahan enantiomer intermediat farmasi, karena banyak kandidat obat berupa amina kiral yang paling ekonomis dipisahkan menggunakan agen resolusi klasik berbasis tartrat ini.
  • Sintesis asimetris berbasis kerangka tartrat, karena dua pusat kiral yang berdekatan mampu mengarahkan jalannya reaksi menuju satu konfigurasi produk yang lebih dominan.
  • Pembentukan garam kristalin untuk analisis struktur, karena senyawa ini menghasilkan kristal teratur yang sesuai bagi penentuan konfigurasi absolut melalui difraksi sinar-X.
  • Penyiapan sampel uji kemurnian optik, karena garam diastereomer yang dihasilkan memberikan bahan terdefinisi baik untuk pengukuran rotasi optik maupun verifikasi kromatografi kiral.

Merek TCI
Nomor CAS 80822-15-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g dan 500 g
Bentuk fisik padatan kristalin (monohidrat)
Penyimpanan simpan pada suhu ruang terkendali dalam wadah tertutup rapat, kering, dan terlindung dari cahaya langsung

Simpan bahan pada rak bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik menggunakan wadah asli yang selalu ditutup rapat setelah dipakai. Karena produk berbentuk monohidrat, hindari pemanasan berlebih maupun penyimpanan pada tempat bersuhu tinggi agar kandungan air kristalnya tetap terjaga dan hasil penimbangan tetap konsisten. Botol kaca bertutup rapat atau wadah bawaan pabrik merupakan pilihan yang sesuai. Pisahkan dari basa kuat dan oksidator kuat di dalam area penyimpanan. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali menimbang untuk mencegah kontaminasi yang dapat mengganggu keberhasilan kristalisasi. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium karena bahan bersifat asam dan berpotensi mengiritasi kulit serta mata.

  • Naar dkk. (2009). Influence of Dibenzoyl Tartaric Acid on the Electrical Performances of the Polyaniline. Polymer Journal doi:10.1295/polymj.pj2008189
  • Chen dkk. (2011). In situ synthesis of monolithic molecularly imprinted stationary phases for liquid chromatographic enantioseparation of dibenzoyl tartaric acid enantiomers. Journal of Porous Materials doi:10.1007/s10934-011-9509-2

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.