TCI D2623 Diethylene Glycol Monovinyl Ether adalah eter vinil yang membawa rantai dietilen glikol dengan gugus hidroksil bebas di salah satu ujungnya, dan dipasok dalam keadaan distabilkan dengan KOH. Molekul ini menggabungkan dua sifat sekaligus, yakni gugus vinil eter yang reaktif terhadap polimerisasi kationik dan rantai eter glikol yang bersifat hidrofilik. Di laboratorium, senyawa ini banyak dimanfaatkan sebagai monomer fungsional, pereaksi pemasangan gugus pelindung, serta bahan penyusun sistem penghantaran obat yang peka terhadap perubahan keasaman lingkungan.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah reaktivitas gugus vinil eter yang khas. Vinil eter sangat mudah mengalami polimerisasi kationik dan dapat bereaksi dengan alkohol membentuk ikatan asetal, yaitu ikatan yang stabil pada pH netral namun terurai pada suasana asam ringan. Sifat inilah yang dimanfaatkan untuk merancang penghubung yang dapat melepaskan muatannya di lingkungan asam. Rantai dietilen glikol menyumbang kelarutan dalam air, fleksibilitas rantai, dan kompatibilitas biologis, sementara gugus hidroksil ujungnya menyediakan titik pengait untuk esterifikasi atau konjugasi lebih lanjut. Penambahan KOH berfungsi menjaga bahan tetap dalam suasana sedikit basa agar tidak terpicu terpolimerisasi sendiri oleh jejak asam.
Laboratorium farmasi dan bioteknologi di Indonesia yang mengembangkan sistem penghantaran obat, hidrogel, maupun nanopartikel responsif memanfaatkan monomer semacam ini untuk membangun material yang dapat melepaskan zat aktif secara terkendali. Bahan ini juga digunakan pada riset polimer fungsional di lingkungan perguruan tinggi. Tersedianya tiga pilihan ukuran kemasan memudahkan penyesuaian antara kebutuhan penjajakan awal, optimasi formulasi, dan penelitian berkelanjutan yang memerlukan pasokan lebih banyak.
- Sistem penghantaran obat responsif pH: ikatan asetal yang terbentuk dari gugus vinil eter dapat terurai di lingkungan asam sehingga pelepasan zat aktif menjadi terarah.
- Polimerisasi kationik: gugus vinil eter yang kaya elektron mudah diinisiasi oleh asam Lewis untuk membentuk polimer dengan rantai samping hidrofilik.
- Sintesis hidrogel dan material hidrofilik: rantai dietilen glikol meningkatkan kemampuan menyerap air sehingga cocok untuk material biomedis yang lembut dan biokompatibel.
- Perlindungan gugus hidroksil: vinil eter dapat mengubah alkohol menjadi asetal terlindung yang mudah dilepas kembali pada kondisi asam ringan.
- Modifikasi permukaan dan konjugasi: gugus hidroksil bebas menyediakan titik sambung untuk mengaitkan obat, penanda, atau ligan penarget pada penelitian material.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 929-37-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Pharmaceutical Development and Drug Discovery Research Reagents > Drug Delivery Systems (DDS) |
| Ukuran kemasan | 25 mL, 100 mL, dan 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan, distabilkan dengan KOH |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya; jauhkan dari asam sesuai anjuran label produsen |
Simpan bahan ini dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas maupun sinar matahari langsung. Sangat penting menjauhkannya dari asam dan bahan yang bersifat asam karena vinil eter dapat terpolimerisasi atau terhidrolisis bila stabilisator basanya ternetralkan. Jangan memindahkan bahan ke wadah bekas asam, dan gunakan pipet atau alat takar yang bersih serta kering. Tutup kembali wadah segera setelah pengambilan agar kontak dengan udara lembap terbatas. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta lakukan penakaran di dalam lemari asam.
- Boatman dkk. (1993). Toxicology of Diethylene Glycol Butyl Ether 2. Disposition Studies with 14C-Diethylene Glycol Butyl Ether and 14C-Diethylene Glycol Butyl Ether Acetate After Dermal Application to Rats. Journal of the American College of Toxicology doi:10.3109/10915819309140633
- Kang dkk. (2016). Densities of Diethylene Glycol, Monobutyl Ether, Diethylene Glycol Dibutyl Ether, and Ethylene Glycol Monobutyl Ether from (283.15 to 363.15) K at Pressures up to 60 MPa. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/acs.jced.6b00192
- (1997). Diethylene Glycol Monoethyl Ether. Environmental Health Perspectives doi:10.2307/3433409
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
