2,2-Diisobutyl-1,3-propanediol adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang memungkinkan reaksi kimia berbagai jenis, seperti reaksi esterifikasi, penggabungan rantai, atau pembentukan senyawa heterosiklik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan bantu untuk membangun molekul yang lebih kompleks, baik dalam penelitian kimia organik maupun dalam pengembangan produk farmasi dan material.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap suhu dan kelembapan. Karena struktur molekulnya yang memiliki dua gugus hidroksil, senyawa ini memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai reaktan lainnya, menjadikannya pilihan yang baik dalam reaksi kimia yang memerlukan kelarutan dan reaktivitas tinggi. Karena sifat tersebut, senyawa ini sering dipilih dalam penelitian yang membutuhkan keakuratan dan kontrol reaksi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian kimia, terutama dalam bidang farmasi, material, dan kimia organik. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini sebagai bahan baku dalam eksperimen yang memerlukan senyawa dengan struktur tertentu. Ketersediaannya di pasar lokal juga memudahkan para peneliti dalam memenuhi kebutuhan eksperimen mereka.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan struktur rantai tertentu
- Pembuatan bahan baku untuk produksi obat dan farmakologi
- Pengembangan material polimer dengan sifat tertentu
- Reaksi esterifikasi dan pembentukan senyawa heterosiklik
- Penelitian tentang reaktivitas dan sifat kimia senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 10547-96-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Cairan jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifatnya yang mudah bereaksi, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti gelas atau plastik yang tidak berreaksi. Dalam penggunaan, harus diperhatikan kehati-hatian dalam penanganan untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung saat melakukan eksperimen.
—
