1,2-Propanediol adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Sebagai bahan baku, senyawa ini berperan sebagai pelarut, pengatur pH, dan bahan bantu dalam reaksi sintesis. Dalam bidang kimia organik, 1,2-Propanediol sering digunakan untuk melindungi gugus fungsi pada senyawa kompleks, sehingga memudahkan proses reaksi selanjutnya.
Bahan ini memiliki sifat polar dan dapat larut dalam air, sehingga memudahkan penggunaannya dalam berbagai kondisi reaksi. Karena sifatnya yang stabil dan tidak mudah terdegradasi, 1,2-Propanediol menjadi pilihan utama dalam laboratorium untuk aplikasi yang memerlukan keandalan dan konsistensi.
Di laboratorium Indonesia, 1,2-Propanediol digunakan dalam penelitian kimia, farmasi, dan industri. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang memerlukan reaksi kimia yang kompleks dan presisi. Dengan ketersediaan yang cukup, senyawa ini menjadi bagian penting dari kebutuhan bahan kimia di berbagai institusi riset di Indonesia.
- Reaksi sintesis senyawa organik untuk memperoleh produk dengan struktur tertentu
- Pembuatan pelarut campuran untuk reaksi kimia yang memerlukan stabilitas tinggi
- Penggunaan dalam proses deproteksi untuk melepaskan gugus fungsi tertentu
- Penelitian farmakologi untuk mengembangkan senyawa baru dengan aktivitas biologis
- Pengujian kualitas bahan kimia dalam proses analisis kimia dan kromatografi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 57-55-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Synthetic Reagents > Protection, Deprotection, Derivatization |
| Ukuran kemasan | 500g |
| Bentuk fisik | Cairan jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
1,2-Propanediol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Karena sifatnya yang polar, bahan ini bisa menyerap kelembapan dari udara, sehingga wadah harus kedap udara. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta jauhkan dari sumber panas atau api terbuka.
- Bajić dkk. (2013). Densities, viscosities, and refractive indices of the binary systems (PEG200 + 1,2-propanediol, +1,3-propanediol) and (PEG400 + 1,2-propanediol, +1,3-propanediol) at (288.15 to 333.15) K and atmospheric pressure: Measurements and modeling. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2012.07.024
- Mokbel dkk. (2012). Vapor–Liquid Equilibria of Glycerol, 1,3-Propanediol, Glycerol + Water, and Glycerol + 1,3-Propanediol. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je200766t
- Abes dkk. (2008). Crystallization and phase behavior of fatty acid esters of 1,3 propanediol III: 1,3 propanediol dicaprylate/1,3 propanediol distearate (CC/SS) and 1,3 propanediol dicaprylate/1,3 propanediol dipalmitate (CC/PP) binary systems. Chemistry and Physics of Lipids doi:10.1016/j.chemphyslip.2007.11.001
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
