2,5-Dichlorobenzaldehyde adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium, terutama dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur aromatik dengan dua klorin pada posisi 2 dan 5, serta gugus aldehida pada posisi 1. Sebagai bahan dasar (building block), senyawa ini sering digunakan sebagai prekursor untuk pembuatan senyawa lain yang memiliki aplikasi dalam farmasi, industri kimia, atau penelitian material.
Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 2,5-Dichlorobenzaldehyde menjadi pilihan yang baik dalam berbagai reaksi substitusi dan reaksi oksidasi. Senyawa ini memiliki titik leleh dan titik didih yang jelas, sehingga memudahkan proses pemisahan dan pemurnian. Ketersediaannya dalam bentuk padat juga memudahkan dalam penggunaan dan penyimpanan.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan kimia industri. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium penelitian yang fokus pada sintesis senyawa baru atau modifikasi senyawa eksisting. Karena kehandalannya dalam berbagai reaksi, 2,5-Dichlorobenzaldehyde menjadi bahan yang penting dalam pengembangan produk kimia di Indonesia.
- Sintesis senyawa aromatik yang memerlukan substitusi klorin pada struktur benzena.
- Pembuatan derivat aldehida untuk pengembangan obat dan bahan kimia industri.
- Reaksi oksidasi untuk menghasilkan senyawa dengan struktur kompleks.
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik dalam kondisi tertentu.
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik yang memerlukan substrat yang stabil.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6361-23-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung. |
2,5-Dichlorobenzaldehyde harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak dengan air atau bahan kimia berreaksi. Dalam laboratorium, penggunaan bahan ini harus dilakukan dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, serta di bawah pengawasan yang ketat untuk memastikan keselamatan dan keamanan.
- Dey dkk. (2012). Palladium-catalyzed site-selective arylation of symmetric dichlorobenzaldehyde to non-symmetric diaryl benzaldehyde via Suzuki coupling. Tetrahedron Letters doi:10.1016/j.tetlet.2012.01.014
- Gawlicka-Chruszcz dkk. (2006). Crystal structure of 2,6-dichlorobenzaldehyde, C7H4Cl2O. Zeitschrift für Kristallographie - New Crystal Structures doi:10.1524/ncrs.2006.0192
- Dey dkk. (2012). ChemInform Abstract: Palladium‐Catalyzed Site‐Selective Arylation of Symmetric Dichlorobenzaldehyde to Non‐symmetric Diaryl Benzaldehyde via Suzuki Coupling.. ChemInform doi:10.1002/chin.201229090
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
