Dodecaethylene Glycol (DEG) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam bidang kimia biologis dan modifikasi protein. Bahan ini memiliki struktur polietilen glikol yang panjang, sehingga memungkinkan penggunaannya dalam proses PEGylation, yaitu modifikasi molekul biologis dengan senyawa polietilen glikol untuk meningkatkan stabilitas, kelarutan, dan aktivitas molekul tersebut. Dalam laboratorium, DEG sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks atau sebagai bahan bantu dalam reaksi kimia yang memerlukan komponen dengan sifat hidrofilik dan kelarutan tinggi.
DEG memiliki sifat kimia yang stabil, tidak beracun, dan mudah larut dalam air. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk berbagai eksperimen kimia dan biokimia. Karena sifatnya yang tidak reaktif, DEG tidak mengganggu reaksi kimia lainnya, sehingga cocok digunakan sebagai pelarut atau bahan bantu dalam proses sintesis. Selain itu, DEG memiliki titik didih yang tinggi, sehingga memungkinkan penggunaannya dalam kondisi reaksi yang memerlukan suhu tinggi tanpa mengalami degradasi.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, DEG sering digunakan dalam penelitian biomedis dan farmakologi. Bahan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan obat, modifikasi protein, dan studi tentang interaksi molekuler. Karena ketersediaannya yang relatif mudah dan kehandalannya dalam berbagai aplikasi, DEG menjadi pilihan utama para peneliti dan ilmuwan di Indonesia yang membutuhkan bahan kimia dengan sifat spesifik dan stabil.
- Dalam proses PEGylation, DEG digunakan untuk meningkatkan kelarutan dan stabilitas molekul biologis.
- Bahan ini cocok untuk sintesis senyawa kimia yang memerlukan struktur polimer untuk meningkatkan sifat fisik dan kimia.
- DEG sering dimanfaatkan sebagai pelarut dalam reaksi kimia yang membutuhkan kelarutan tinggi dan stabilitas kimia.
- Dalam penelitian biomedis, DEG digunakan untuk modifikasi protein dan pengembangan obat dengan efisiensi tinggi.
- Bahan ini juga digunakan dalam studi interaksi molekuler untuk memahami mekanisme reaksi biokimia.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6790-09-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > PEGylation |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Cairan jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Dodecaethylene Glycol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Karena sifatnya yang tidak beracun, penanganannya relatif aman, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya disimpan terpisah dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reaktif untuk mencegah risiko reaksi yang tidak diinginkan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung saat mengambil atau memanjangkannya.
- Tucker dkk. (2008). Self-Assembly in Mixed Dialkyl Chain Cationic−Nonionic Surfactant Mixtures: Dihexadecyldimethyl Ammonium Bromide−Monododecyl Hexaethylene Glycol (Monododecyl Dodecaethylene Glycol) Mixtures. Langmuir doi:10.1021/la703702p
- Makrlík dkk. (2011). Solvent extraction of cesium into nitrobenzene by using hydrogen dicarbollylcobaltate and dodecaethylene glycol. Journal of Radioanalytical and Nuclear Chemistry doi:10.1007/s10967-011-1230-8
- Makrlík dkk. (2012). Synergistic extraction of sodium into nitrobenzene by using hydrogen dicarbollylcobaltate and dodecaethylene glycol. Journal of Radioanalytical and Nuclear Chemistry doi:10.1007/s10967-012-2317-6
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
