Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2615-15-8

Hexaethylene Glycol TCI H1432

Hexaethylene Glycol TCI H1432
Harga reguler Rp 3.021.900,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.021.900,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Hexaethylene Glycol adalah oligomer etilena glikol berukuran pasti yang tersusun atas enam unit etilena oksida berurutan dengan gugus hidroksil bebas pada kedua ujung rantainya. Berbeda dengan polietilena glikol komersial yang merupakan campuran rantai dengan panjang beragam, senyawa ini bersifat monodispers, artinya panjang rantainya seragam dan jumlah unitnya diketahui pasti. Di laboratorium, sifat inilah yang menjadikannya bahan pilihan untuk membangun penghubung atau linker PEG pada penelitian bioconjugation, kimia kimia biologi, dan rancang bangun molekul bertarget.

Karakteristik yang membuatnya banyak dipilih meliputi keterlarutan yang sangat baik dalam air maupun banyak pelarut organik polar, fleksibilitas rantai yang tinggi, serta sifat biokompatibel dan rendah imunogenik yang telah lama dikenal pada rantai polietilena glikol. Dua gugus hidroksil terminalnya bersifat simetris dan siap diaktifkan menjadi tosilat, mesilat, azida, amina, atau asam karboksilat, sehingga rantai ini dapat disambungkan ke dua molekul berbeda. Keseragaman panjang rantainya juga penting bagi karakterisasi, karena massa molekulnya tunggal sehingga data spektrometri massa mudah ditafsirkan tanpa distribusi puncak yang membingungkan.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini dipakai kelompok riset kimia bahan, bioteknologi, penghantaran obat, serta pengembangan sensor dan permukaan termodifikasi di perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Kemasan 5 g dan 25 g mencukupi untuk pembuatan linker dalam jumlah penelitian, modifikasi permukaan material, maupun percobaan optimasi tahap aktivasi gugus ujung yang umumnya dikerjakan dalam skala kecil hingga menengah.

  • Pembuatan linker PEG monodispers untuk bioconjugation, karena panjang rantainya pasti sehingga jarak antar dua molekul yang disambung dapat dikendalikan dengan tepat.
  • Modifikasi permukaan material dan nanopartikel, sebab lapisan rantai PEG dikenal mengurangi adsorpsi protein nonspesifik sekaligus meningkatkan kestabilan dispersi dalam media berair.
  • Sintesis eter mahkota dan senyawa makrosiklik, mengingat rantai polieternya dapat disiklisasi membentuk rongga pengikat kation dengan ukuran yang terarah.
  • Penyusunan sistem penghantaran obat dan prodrug, karena gugus hidroksil terminalnya mudah diaktifkan menjadi gugus reaktif untuk penyambungan ke molekul obat.
  • Bahan acuan pada analisis spektrometri massa senyawa PEG, sebab massanya tunggal sehingga memberikan puncak tunggal yang bermanfaat untuk kalibrasi dan perbandingan.

Merek TCI
Nomor CAS 2615-15-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > PEGylation
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik cairan kental (viskos), bersifat higroskopis
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, hindari lembap udara

Karena bersifat higroskopis, hexaethylene glycol harus disimpan dalam botol tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, dan sebaiknya dilindungi dari udara lembap dengan penyegelan tambahan atau penyimpanan dalam desikator. Kandungan air yang terserap dapat mengganggu reaksi aktivasi gugus ujung yang peka terhadap lembap, sehingga bahan sering perlu dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan pada sintesis anhidrat. Gunakan alat gelas kering dan pipet bersih saat pengambilan, kenakan sarung tangan serta kacamata pelindung, dan tangani cairan kentalnya dengan hati-hati agar tidak mencemari permukaan kerja maupun neraca analitik.

  • Tucker dkk. (2008). Self-Assembly in Mixed Dialkyl Chain Cationic−Nonionic Surfactant Mixtures: Dihexadecyldimethyl Ammonium Bromide−Monododecyl Hexaethylene Glycol (Monododecyl Dodecaethylene Glycol) Mixtures. Langmuir doi:10.1021/la703702p
  • Cummins dkk. (1991). Temperature dependence of the adsorption of hexaethylene glycol monododecyl ether (C12E6) on silica sols. The Journal of Physical Chemistry doi:10.1021/j100168a035
  • Hoang dkk. (2003). Ostwald Ripening of Alkane in Water Emulsions Stabilized by Hexaethylene Glycol Dodecyl Ether. Langmuir doi:10.1021/la034267y

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.