2,4-Dichlorobenzonitrile adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang sederhana namun sangat penting dalam pembuatan senyawa dengan fungsi tertentu, seperti obat, pestisida, atau bahan kimia industri. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembangun (building block) untuk menghasilkan senyawa yang lebih kompleks melalui reaksi kimia seperti substitusi, kondensasi, atau reaksi elektrofilik.
2,4-Dichlorobenzonitrile memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, terutama pada posisi nitril dan klorin. Sifat ini memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia, termasuk reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi adisi. Keberadaan dua klorin di posisi 2 dan 4 memberikan keunikan pada struktur molekulnya, sehingga memungkinkan pembentukan senyawa dengan berbagai fungsi dan aplikasi.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama oleh institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan peneliti untuk mengakses bahan yang diperlukan untuk eksperimen dan pengembangan senyawa baru.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa obat dengan struktur nitril dan klorin
- Pembuatan bahan kimia industri seperti plastik dan bahan kimia sintetis
- Pengembangan pestisida dan bahan pengawet berbasis senyawa organik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa halogen dan nitril
- Eksperimen kimia organik untuk memahami mekanisme reaksi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6574-98-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan |
2,4-Dichlorobenzonitrile harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta cahaya matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, namun tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, senyawa ini sebaiknya ditempatkan di area yang terkunci dan hanya dapat diakses oleh personel yang terlatih. Penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung sangat dianjurkan untuk meminimalkan risiko paparan.
- K. Ryu dkk. (1992). The Reactions of 2,6-Dichlorobenzonitrile Oxide with Pyrimidine Derivatives. HETEROCYCLES doi:10.3987/com-92-6071
- Tanaka dkk. (1994). Reductive electropolymerization of 2,5-dichlorobenzonitrile. Journal of the Chemical Society, Chemical Communications doi:10.1039/c39940001071
- Surabhi Singhal (2025). Comparative study of Spectroscopic Analysis of 2 Chloro 5 Nitrobenzonitrile and 2,5 Dichlorobenzonitrile. International Journal of Scientific Development and Research doi:10.56975/ijsdr.v10i7.304166
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

