2,5-Dibromobenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekul yang khas, yaitu asam benzoat dengan dua gugus bromo di posisi 2 dan 5. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa heterosiklik, obat, dan bahan kimia industri. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik.
2,5-Dibromobenzoic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap panas dan sinar UV. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan kloroform. Karena ketersediaannya yang relatif mudah dan harga yang terjangkau, senyawa ini menjadi pilihan favorit para peneliti dan praktisi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang sintesis senyawa kompleks dan pengembangan produk farmasi. Bahan ini juga sering ditemukan dalam eksperimen pendidikan tingkat universitas dan lembaga penelitian. Karena kegunaannya yang luas dan keandalannya, senyawa ini menjadi salah satu bahan penting dalam laboratorium kimia di Indonesia.
- Sintesis senyawa heterosiklik yang memerlukan substitusi bromo pada struktur aromatik
- Reaksi elektrofilik untuk menghasilkan senyawa dengan struktur kompleks
- Pembuatan obat-obatan yang memerlukan modifikasi struktur molekul
- Eksperimen pendidikan untuk mempelajari reaktivitas senyawa aromatik
- Penelitian tentang reaksi kimia yang melibatkan substitusi halogen pada senyawa asam benzoat
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 610-71-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan panas |
2,5-Dibromobenzoic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari paparan cahaya matahari langsung. Bahan ini memiliki sifat kimia yang reaktif, sehingga perlu ditangani dengan hati-hati menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker. Simpan di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari bahan kimia yang bersifat reduktor. Selain itu, pastikan bahwa area penyimpanan tidak terbuka dan terkunci untuk mencegah akses yang tidak diperlukan.
- Li dkk. (2011). Studies on electrochemical hydrodebromination mechanism of 2,5-dibromobenzoic acid on Ag electrode by in situ FTIR spectroscopy. Electrochimica Acta doi:10.1016/j.electacta.2011.01.115
- Yıldırım dkk. (2015). Synthesis, structural and computational characterization of 2-amino-3,5-diiodobenzoic acid and 2-amino-3,5-dibromobenzoic acid. Spectrochimica Acta Part A: Molecular and Biomolecular Spectroscopy doi:10.1016/j.saa.2015.03.072
- Houpis dkk. (2011). Palladium‐ and Copper‐Catalyzed Site Selective Monoamination of Dibromobenzoic Acid. Advanced Synthesis & Catalysis doi:10.1002/adsc.201000800
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
