Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 135926-94-2

4,4'-Dihexyl-2,2'-bithiophene, CAS 135926-94-2, TCI D4182

4,4'-Dihexyl-2,2'-bithiophene, CAS 135926-94-2, TCI D4182

Identitas Kimia

No. CAS
135926-94-2
PubChem
CID 15540627·SID 253660576
Rumus molekul
C20H30S2
Berat molekul
334.58 g/mol
Kemurnian
>95.0%(GC)
Suhu simpan
0-10°C
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4-hexyl-2-(4-hexylthiophen-2-yl)thiophene
SMILES
CCCCCCC1=CSC(=C1)C2=CC(=CS2)CCCCCC
InChIKey
RYQPWKFBXWPBGB-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.969.400,00
Harga reguler Rp 2.091.600,00 Harga obral Rp 2.969.400,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4182 adalah 4,4'-Dihexyl-2,2'-bithiophene, isomer bitiofena tersubstitusi alkil yang membawa rantai heksil pada posisi 4 dan 4'. Sebagai heterocyclic building block, senyawa ini dipakai sebagai kerangka dasar penyusun material terkonjugasi berbasis tiofena. Peranannya di laboratorium adalah menyediakan unit bitiofena yang sudah larut baik dalam pelarut organik sekaligus memiliki posisi alfa yang masih bebas, sehingga siap dihalogenasi, diborilasi, atau distanilasi untuk masuk ke tahap penggandengan silang dan polimerisasi berikutnya.

Karakteristik pembeda senyawa ini adalah letak rantai heksil yang menjauh dari ikatan penghubung antarcincin. Berbeda dengan isomer 3,3' yang rantai alkilnya berdekatan dengan sumbu penghubung dan menimbulkan hambatan sterik cukup besar, penempatan pada posisi 4 dan 4' memungkinkan kedua cincin tiofena tetap relatif koplanar. Kondisi koplanar ini penting karena mendukung delokalisasi elektron π yang lebih baik sepanjang rantai, menghasilkan panjang konjugasi efektif yang lebih panjang, serapan pada panjang gelombang yang lebih besar, dan kecenderungan penyusunan molekul yang lebih teratur pada lapisan tipis. Sementara itu, rantai heksil tetap menjalankan fungsi utamanya menjaga kelarutan agar material dapat diproses lewat larutan.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan pada penelitian polimer semikonduktor, elektronika organik, dan kimia material di perguruan tinggi serta lembaga riset. Kemasan 200 mg dan 1 g cocok untuk kebutuhan sintesis skala penelitian, terutama pada tahap penjajakan rute reaksi maupun penyiapan monomer dalam jumlah terbatas untuk uji polimerisasi.

Brosur TCI (PDF)

  • Prekursor monomer polimer terkonjugasi: posisi alfa yang bebas memungkinkan halogenasi terarah sebelum digunakan pada reaksi polimerisasi penggandengan silang.
  • Sintesis oligotiofena koplanar: penempatan rantai alkil di posisi beta jauh mengurangi hambatan sterik sehingga sistem π dapat terkonjugasi lebih efektif.
  • Material donor untuk sel surya organik: kerangka bitiofena kaya elektron dengan kelarutan baik menjadi unit penyusun umum pada polimer donor perangkat fotovoltaik.
  • Lapisan semikonduktor transistor organik: turunan polimer dari senyawa ini dipakai membentuk kanal pengangkut muatan pada perangkat elektronika berbasis lapisan tipis.
  • Studi perbandingan isomer struktural: senyawa ini kerap disandingkan dengan isomer 3,3' untuk menelaah pengaruh posisi substituen terhadap sifat optoelektronik.

Merek TCI
Nomor CAS 135926-94-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 200 mg dan 1 g
Bentuk fisik merujuk pada Certificate of Analysis lot terkait
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya dengan wadah tertutup rapat

Simpan senyawa dalam kemasan aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung. Karena turunan tiofena rentan terhadap oksidasi perlahan, penyimpanan di bawah gas inert seperti nitrogen atau argon dan penempatan di dalam desikator sangat dianjurkan, terutama bila wadah sering dibuka tutup. Jauhkan dari oksidator kuat, sumber panas, dan nyala api terbuka. Gunakan alat gelas serta spatula yang benar-benar kering saat penimbangan, kerjakan di lemari asam, dan kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, serta jas laboratorium.

—