Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 681481-94-7

(R)-4,4'-Dibromo-1,1'-spirobiindane-7,7'-diol TCI D4717

(R)-4,4'-Dibromo-1,1'-spirobiindane-7,7'-diol TCI D4717
Harga reguler Rp 10.595.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 10.595.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4717 (R)-4,4'-Dibromo-1,1'-spirobiindane-7,7'-diol adalah senyawa kiral berkerangka spirobiindana yang membawa dua gugus hidroksil pada posisi 7 dan 7' serta dua atom brom pada posisi 4 dan 4'. Kerangka spirobiindanadiol, yang lazim dikenal sebagai SPINOL, merupakan salah satu tulang punggung penting dalam sintesis asimetris modern. Kekiralannya berasal dari pusat spiro yang menyatukan dua cincin indana dalam susunan tegak lurus, menghasilkan rongga kiral yang kaku. Produk ini disediakan dalam bentuk enansiomer tunggal (R), sehingga siap dipakai untuk mengarahkan pembentukan produk dengan konfigurasi tertentu.

Sifat yang membuat bahan ini bernilai tinggi adalah kekakuan konformasinya. Berbeda dengan ligan bifenil atau binaftil yang kekiralannya bersifat aksial dan dapat berotasi, kerangka spiro terkunci secara struktural sehingga lingkungan kiral di sekitar pusat reaksi lebih terdefinisi dan sering memberikan selektivitas yang baik. Dua gugus hidroksil fenolik menjadi titik pemasangan bagi berbagai gugus fungsi, misalnya untuk membentuk asam fosfat kiral, fosfit, atau fosforamidit. Kehadiran dua atom brom menambah nilai lebih karena posisi tersebut dapat dimodifikasi lebih lanjut melalui reaksi kopling terkatalisis logam maupun pertukaran halogen–logam, sehingga peneliti dapat menyetel efek ruang dan elektronik ligan secara bertahap.

Di Indonesia, bahan ini digunakan oleh kelompok riset katalisis asimetris dan sintesis organik di perguruan tinggi serta lembaga penelitian yang mengembangkan metode pembuatan senyawa enansiomurni. Kebutuhan akan senyawa enansiomurni terus meningkat, terutama pada penelitian bahan aktif farmasi. Kemasan 1 g sesuai untuk pekerjaan katalisis yang umumnya hanya memerlukan sedikit ligan atau katalis relatif terhadap substrat, sehingga satu botol dapat menopang banyak percobaan.

  • Sintesis asam fosfat kiral turunan SPINOL: gugus diol pada posisi 7 dan 7' merupakan titik awal langsung untuk membuat katalis organik Brønsted asam yang banyak dipakai dalam katalisis asimetris.
  • Pembuatan ligan fosfit dan fosforamidit kiral: kerangka spiro yang kaku menghasilkan lingkungan kiral terdefinisi yang berguna pada reaksi terkatalisis logam transisi seperti hidrogenasi dan adisi.
  • Modifikasi lanjutan melalui posisi bromo: kedua atom brom memungkinkan reaksi kopling silang untuk memasang gugus aril atau alkil guna menyetel efek ruang katalis.
  • Penelitian organokatalisis: dipakai sebagai kerangka dasar dalam perancangan katalis baru yang menuntut kekakuan struktur dan rongga kiral yang tidak mudah berubah konformasi.
  • Kajian pengenalan kiral dan kimia supramolekul: struktur spiro yang tegar berguna sebagai reseptor atau pembeda kiral pada penelitian pemisahan dan pengenalan molekul.

Merek TCI
Nomor CAS 681481-94-7
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Catalysts, Chiral Ligands, Chiral Reagents
Ukuran kemasan 1 g
Bentuk fisik enansiomer (R), dikemas dalam satuan bobot; rincian bentuk, kemurnian kimia, dan kemurnian optik mengacu pada Certificate of Analysis lot terkait
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya sesuai anjuran label kemasan

Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya langsung serta panas. Sebagai senyawa bergugus fenol, bahan sebaiknya dijauhkan dari bahan pengoksidasi kuat dan basa kuat untuk mencegah perubahan warna maupun penurunan mutu. Mengingat nilai dan kekhususan senyawa kiral, tutup botol harus segera dikembalikan setelah pengambilan dan spatula yang digunakan harus benar-benar kering serta bersih agar tidak terjadi kontaminasi silang antar enansiomer. Penyimpanan di dalam desikator membantu menjaga bahan tetap kering pada iklim tropis. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menimbang, hindari terhirupnya serbuk, dan kelola sisa bahan sebagai limbah kimia laboratorium.