Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 636601-27-9

(S)-4,4'-Dibromo-1,1'-spirobiindane-7,7'-diol TCI D4718

(S)-4,4'-Dibromo-1,1'-spirobiindane-7,7'-diol TCI D4718
Harga reguler Rp 11.658.150,00
Harga reguler Harga obral Rp 11.658.150,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4718 (S)-4,4'-Dibromo-1,1'-spirobiindane-7,7'-diol adalah pasangan enansiomer (S) dari kerangka spirobiindanadiol terbrominasi yang lazim dikenal sebagai turunan SPINOL. Molekul ini terdiri atas dua cincin indana yang disatukan oleh satu atom karbon spiro, dilengkapi dua gugus hidroksil pada posisi 7 dan 7' serta dua atom brom pada posisi 4 dan 4'. Dalam sintesis asimetris, ketersediaan kedua enansiomer merupakan hal yang penting, karena peneliti sering perlu menghasilkan produk dengan konfigurasi berlawanan atau membandingkan hasil kedua bentuk untuk memastikan bahwa selektivitas benar-benar berasal dari katalis.

Karakteristik yang menonjol adalah kekakuan kerangka spiro yang mengunci orientasi kedua unit aromatik, sehingga menghasilkan rongga kiral yang stabil dan tidak mudah berubah konformasi selama reaksi berlangsung. Sifat ini kerap berujung pada tingkat induksi asimetrik yang tinggi. Gugus diol fenolik berfungsi sebagai titik pemasangan untuk membentuk katalis asam fosfat kiral maupun ligan berbasis fosfor, sedangkan kedua atom brom membuka peluang penyetelan lebih lanjut melalui reaksi kopling silang atau pertukaran halogen–logam. Dengan demikian satu kerangka dasar dapat dikembangkan menjadi banyak turunan katalis dengan sifat ruang dan elektronik yang berbeda-beda sesuai kebutuhan reaksi.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini dipakai oleh kelompok riset yang mendalami katalisis asimetris, organokatalisis, dan sintesis senyawa enansiomurni, baik untuk kepentingan publikasi ilmiah maupun pengembangan metode. Menyediakan pasangan (R) dan (S) memungkinkan percobaan kendali yang meyakinkan, misalnya untuk membuktikan pembalikan konfigurasi produk. Kemasan 1 g memadai bagi pekerjaan katalisis yang lazimnya menggunakan pemuatan katalis rendah, sehingga satu botol dapat digunakan untuk rangkaian percobaan yang panjang.

  • Pembuatan asam fosfat kiral berbasis SPINOL: gugus diol dapat langsung diubah menjadi katalis Brønsted asam yang banyak digunakan pada reaksi asimetris terkatalisis organokatalis.
  • Sintesis ligan fosfor kiral: kerangka spiro yang tegar menghasilkan lingkungan kiral konsisten pada kompleks logam transisi untuk hidrogenasi, alilasi, dan reaksi adisi asimetris.
  • Percobaan kendali stereokimia: sebagai pasangan enansiomer (S), bahan ini memungkinkan verifikasi bahwa selektivitas produk benar-benar dikendalikan oleh katalis kiral yang dipakai.
  • Diversifikasi katalis lewat posisi bromo: atom brom pada posisi 4 dan 4' dapat diganti melalui kopling silang untuk menyetel halangan ruang serta sifat elektronik turunan katalis.
  • Kimia supramolekul dan pengenalan kiral: kerangka spiro yang kaku bermanfaat sebagai kerangka reseptor atau pembeda kiral pada kajian pemisahan enansiomer.

Merek TCI
Nomor CAS 636601-27-9
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Catalysts, Chiral Ligands, Chiral Reagents
Ukuran kemasan 1 g
Bentuk fisik enansiomer (S), dikemas dalam satuan bobot; rincian bentuk, kemurnian kimia, dan kemurnian optik mengacu pada Certificate of Analysis lot terkait
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya sesuai anjuran label kemasan

Simpan botol dalam keadaan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya langsung dan sumber panas. Jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat dan basa kuat karena gugus fenol dapat mengalami perubahan mutu. Kebersihan penanganan sangat penting pada senyawa kiral: gunakan spatula bersih dan kering, jangan pernah memakai spatula yang sebelumnya menyentuh enansiomer berlawanan, dan beri label wadah antara secara jelas untuk mencegah tertukar. Penyimpanan di dalam desikator dianjurkan agar bahan tetap kering di lingkungan laboratorium tropis. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menimbang, hindari terhirupnya serbuk halus, serta kumpulkan sisa bahan sebagai limbah kimia sesuai prosedur laboratorium.