Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 4837-20-1

4-(Difluoromethoxy)benzoic Acid TCI D4762

4-(Difluoromethoxy)benzoic Acid TCI D4762

Identitas Kimia

Nama lain
alpha,alpha-Difluoro-p-anisic Acid
No. CAS
4837-20-1
PubChem
CID 737360·SID 354333609
Rumus molekul
C8H6F2O3
Berat molekul
188.13 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4-(difluoromethoxy)benzoic acid
SMILES
C1=CC(=CC=C1C(=O)O)OC(F)F
InChIKey
BSNNYLYELGBSBA-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00221454
Harga reguler Rp 823.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 823.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4762 4-(Difluoromethoxy)benzoic Acid adalah asam benzoat yang membawa gugus difluorometoksi pada posisi para. Senyawa ini dikelompokkan sebagai blok pembangun terfluorinasi, yaitu bahan awal yang telah menyandang motif fluor sehingga peneliti dapat langsung memanfaatkannya tanpa menjalankan tahap fluorinasi tersendiri. Gugus asam karboksilat yang dimilikinya merupakan salah satu gugus fungsi paling mudah diolah dalam kimia organik, karena dapat diaktivasi menjadi klorida asam, ester, amida, atau anhidrida, sekaligus menjadi titik pengikat pada reaksi penggandengan yang membentuk kerangka molekul yang lebih besar.

Karakteristik yang membuatnya banyak dipilih adalah kestabilan dan kepraktisannya. Sebagai padatan asam karboksilat aromatik, senyawa ini umumnya mudah ditimbang, disimpan, dan dimurnikan kembali melalui rekristalisasi bila diperlukan. Gugus difluorometoksi bersifat penarik elektron secara induktif sehingga memengaruhi keasaman dan reaktivitas cincin, sementara pada rancangan obat gugus ini dikenal berperan mengatur kelarutan lemak dan ketahanan terhadap metabolisme. Kombinasi gugus fungsi yang serbaguna dengan motif fluor yang bernilai rancang membuat senyawa ini menjadi jembatan yang efisien menuju amida, ester, dan heterosiklik bersubstituen fluor.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini umumnya digunakan pada riset kimia medisinal, sintesis organik, dan pengembangan bahan aktif di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian, khususnya pada penyiapan bahan antara untuk penapisan senyawa. Pilihan kemasan 1 g dan 5 g memudahkan penyesuaian dengan skala kerja penelitian akademik yang biasanya berjalan bertahap dari uji rute hingga pembuatan sejumlah turunan.

  • Sintesis amida melalui aktivasi asam karboksilat, karena gugus karboksil dapat digandengkan dengan amina menggunakan reagen kopling standar di laboratorium.
  • Pembuatan ester dan turunan asil, sebab asam benzoat tersubstitusi ini mudah diubah menjadi klorida asam atau ester melalui prosedur esterifikasi yang lazim.
  • Riset kimia medisinal, mengingat motif difluorometoksi banyak dipakai untuk menyetel kelarutan lemak serta ketahanan metabolik kandidat senyawa yang dikembangkan.
  • Sintesis heterosiklik bersubstituen fluor, karena gugus karboksil dapat berperan sebagai prekursor pembentukan cincin oksadiazol, benzimidazol, maupun cincin sejenis lainnya.
  • Bahan pembanding dan standar kerja pada analisis kromatografi, sebab senyawa aromatik terdefinisi ini memberikan serapan ultraviolet yang jelas pada detektor HPLC.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 4837-20-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang; mengacu pada keterangan label dan SDS lot yang diterima
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, terhindar dari kelembapan

Simpan botol dalam kemasan aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sinar matahari langsung serta sumber panas. Jauhkan dari basa kuat dan bahan pengoksidasi kuat karena asam karboksilat dapat bereaksi dengan keduanya. Asam benzoat tersubstitusi umumnya dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan, sehingga gunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta lakukan penimbangan di lemari asam agar debunya tidak terhirup. Bila terkena kulit atau mata, bilas segera dengan air mengalir dalam jumlah banyak. Gunakan spatula bersih dan kering, tutup botol segera setelah dipakai, dan buang limbah melalui jalur limbah kimia laboratorium.

  • Sun dkk. (2023). Inhibitory Effects of 3-Cyclopropylmethoxy-4-(difluoromethoxy) Benzoic Acid on TGF-β1-Induced Epithelial–Mesenchymal Transformation of In Vitro and Bleomycin-Induced Pulmonary Fibrosis In Vivo. International Journal of Molecular Sciences doi:10.3390/ijms24076172

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.