Dichloroglyoxime adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini merupakan salah satu komponen penting dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa organik lainnya. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam reaksi substitusi dan reaksi oksidasi.
Dichloroglyoxime memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktif, yang memungkinkan penggunaannya dalam berbagai kondisi reaksi. Senyawa ini dapat bereaksi dengan berbagai ligan dan logam untuk membentuk kompleks yang stabil. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini dipilih karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam studi tentang struktur dan reaktivitas senyawa kompleks. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini dalam proyek penelitian mereka.
- Dalam sintesis senyawa heterosiklik, dichloroglyoxime berfungsi sebagai bahan baku utama untuk pembentukan struktur kompleks.
- Senyawa ini digunakan dalam reaksi substitusi untuk menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu.
- Dalam analisis kimia, dichloroglyoxime digunakan sebagai reagen untuk deteksi logam berat dalam sampel.
- Senyawa ini dapat digunakan dalam reaksi oksidasi untuk menghasilkan senyawa dengan sifat kimia berbeda.
- Dalam penelitian tentang kompleks logam, dichloroglyoxime berperan sebagai ligan yang stabil dan reaktif.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2038-44-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
Dichloroglyoxime harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari sumber cahaya langsung serta udara. Bahan ini bersifat reaktif dan harus dihindari kontak dengan air atau bahan kimia lainnya. Wadah yang digunakan harus tahan terhadap reaksi kimia dan tidak menyerap kelembapan. Selama penyimpanan, pastikan bahan ini tidak terkontaminasi dan tetap dalam kondisi kering.
- Mustafa Kemal University, Altinozu Vocational High School, Hatay, Turkey dkk. (2019). Synthesis, Characterization, Swelling Behavior and Metal Uptake Studies of Dichloroglyoxime Crosslinked Chitosan Derivative. Hittite Journal of Science & Engineering doi:10.17350/hjse19030000131
- Van der Peet dkk. (2013). ChemInform Abstract: A Click Chemistry Approach to 5,5′‐Disubstituted‐3,3′‐bisisoxazoles from Dichloroglyoxime and Alkynes: Luminescent Organometallic Iridium and Rhenium Bisisoxazole Complexes.. ChemInform doi:10.1002/chin.201347120
- Pourmortazavi dkk. (2007). Thermal behaviour kinetic study of dihydroglyoxime and dichloroglyoxime. Materials Letters doi:10.1016/j.matlet.2007.03.041
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

