Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 58293-56-4

9-(2,2-Dicyanovinyl)julolidine TCI D5971

9-(2,2-Dicyanovinyl)julolidine TCI D5971

Identitas Kimia

Nama lain
DCVJ · 2-[(2,3,6,7-Tetrahydro-1H,5H-pyrido[3,2,1-ij]quinolin-9-yl)methylene]malononitrile
No. CAS
58293-56-4
PubChem
CID 2963·SID 468591668
Rumus molekul
C16H15N3
Berat molekul
249.32 g/mol
Kemurnian
>97.0%(HPLC)(qNMR)
Suhu simpan
0-10°C
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-(1-azatricyclo[7.3.1.05,13]trideca-5,7,9(13)-trien-7-ylmethylidene)propanedinitrile
SMILES
C1CC2=CC(=CC3=C2N(C1)CCC3)C=C(C#N)C#N
InChIKey
LROAUBRDKLVBCP-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL01747392
Harga reguler Rp 1.936.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.936.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D5971 9-(2,2-Dicyanovinyl)julolidine, yang di kalangan peneliti lebih dikenal dengan singkatan DCVJ, adalah probe fluoresen jenis rotor molekuler. Strukturnya menggabungkan inti julolidin yang sangat kaya elektron dengan gugus disianovinil sebagai penarik elektron kuat, dihubungkan oleh ikatan tunggal yang dapat berputar. Susunan donor–akseptor ini membentuk sistem transfer muatan intramolekul yang khas. Di laboratorium, DCVJ dipakai untuk mengukur viskositas mikro dan kekakuan lingkungan di sekitar molekul, sebuah besaran yang sulit diperoleh dengan metode konvensional pada skala mikroskopis maupun di dalam sel hidup.

Keistimewaan DCVJ terletak pada mekanisme kerjanya. Di dalam medium yang encer, ikatan antara inti julolidin dan gugus disianovinil berputar bebas setelah molekul tereksitasi, dan rotasi itu membuang energi eksitasi tanpa memancarkan cahaya sehingga fluoresensi sangat lemah. Ketika molekul berada di lingkungan yang kental, kaku, atau terkurung, rotasi tersebut terhambat dan jalur peluruhan non-radiatif tertutup, sehingga intensitas fluoresensi meningkat tajam. Dengan demikian kecerahan emisi berfungsi sebagai pelapor langsung bagi kekentalan mikro. Sensitivitas ini bekerja tanpa memerlukan reaksi kimia, tanpa perubahan struktur permanen, dan dapat diamati memakai mikroskop maupun pembaca lempeng fluoresensi biasa.

Di Indonesia, probe ini dimanfaatkan laboratorium biofisika, biokimia protein, dan ilmu material yang mengkaji agregasi protein, polimerisasi, kekentalan membran, serta proses pengerasan resin dan polimer. DCVJ juga berguna pada pengembangan formulasi karena dapat memantau perubahan kekentalan setempat secara langsung. Kemasan 10 mg sudah sangat memadai, sebab probe fluoresen dipakai dalam konsentrasi mikromolar sehingga satu vial kecil mencukupi banyak rangkaian percobaan.

  • Pengukuran viskositas mikro larutan dan media kompleks, karena intensitas fluoresensinya meningkat seiring terhambatnya rotasi internal molekul pada medium kental.
  • Pemantauan agregasi dan penggumpalan protein, sebab pengikatan probe pada agregat membatasi gerak rotasi sehingga memberikan kenaikan sinyal yang mudah terbaca.
  • Kajian polimerisasi tubulin dan aktin, mengingat DCVJ telah lama dipakai untuk melaporkan pembentukan struktur protein sitoskeleton secara waktu nyata.
  • Penilaian kekentalan membran sel dan lingkungan intraseluler, karena probe ini dapat masuk ke sel dan melaporkan kekakuan mikro lingkungan sekitarnya.
  • Pemantauan proses pengerasan polimer dan resin, sebab kenaikan viskositas selama polimerisasi tercermin langsung sebagai kenaikan intensitas fluoresensi.

Merek TCI
Nomor CAS 58293-56-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Fluorescent Probes, Fluorescent Labels, Fluorescent Stains
Ukuran kemasan 10 mg
Bentuk fisik padatan berwarna
Penyimpanan simpan sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya

Lindungi probe dari cahaya sepanjang waktu, baik dalam bentuk padatan maupun larutan, karena paparan sinar mempercepat pemudaran fotokimia. Simpan vial tertutup rapat di lemari pendingin, dibungkus aluminium foil atau ditempatkan dalam kotak gelap, dan biarkan mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan. Larutan induk umumnya dibuat dalam DMSO, dibagi menjadi alikuot kecil untuk menghindari siklus beku-cair berulang, lalu disimpan beku terlindung cahaya. Gunakan vial kaca amber dan pipet bersih agar tidak terjadi kontaminasi silang. Kenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pelindung saat menangani serbuk halus, serta kumpulkan limbah pada wadah limbah kimia organik yang sesuai.

  • Gutkowski dkk. (2006). Fluorescence of dicyanovinyl julolidine in a room-temperature ionic liquid. Chemical Physics Letters doi:10.1016/j.cplett.2006.06.027
  • Iio dkk. (1991). 9-(Dicyanovinyl)Julolidine Binding to Bovine Brain Calmodulin. The Journal of Biochemistry doi:10.1093/oxfordjournals.jbchem.a123410
  • Wang dkk. (2023). Tracking twisted intramolecular charge transfer and isomerization dynamics in 9-(2,2-dicyanovinyl) julolidine using femtosecond stimulated Raman spectroscopy. Chinese Journal of Chemical Physics doi:10.1063/1674-0068/cjcp2203046

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.