Diisopropyl Decanedioate adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi kimia, terutama dalam pembuatan senyawa organik yang memerlukan struktur rantai panjang. Diisopropyl Decanedioate memiliki struktur molekuler yang stabil dan dapat berfungsi sebagai prekursor dalam reaksi kimia tertentu.
Karena sifatnya yang tidak reaktif dan kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam laboratorium yang membutuhkan bahan dengan sifat kimia yang fleksibel. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi, seperti esterifikasi dan reaksi substitusi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam farmasi, material, atau industri kimia. Bahan ini juga sering digunakan dalam pendidikan untuk melatih teknik sintesis dan pemahaman reaksi kimia dasar.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan rantai karbon panjang
- Reaksi esterifikasi untuk pembentukan senyawa ester
- Pengembangan bahan kimia untuk aplikasi farmasi dan industri
- Penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas senyawa organik
- Pembuatan senyawa intermediat dalam proses sintesis molekul besar
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7491-02-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Diisopropyl Decanedioate harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan sinar matahari langsung. Penyimpanan di tempat sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk mempertahankan stabilitas kimia senyawa. Saat menangani bahan ini, pengguna harus memakai sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Bahan ini tidak beracun secara akut, namun tetap perlu dianggap sebagai bahan kimia yang memerlukan penanganan hati-hati dalam laboratorium.
—
