2,3-Dimethoxyphenol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintetik dan analitik di laboratorium. Bahan ini sering ditemukan dalam struktur molekul senyawa kompleks, terutama dalam sintesis senyawa aromatik dan heterosiklik. Sebagai building block, 2,3-Dimethoxyphenol berperan dalam pembentukan senyawa dengan fungsi biologis, seperti obat, bahan kimia industri, atau bahan baku untuk senyawa organik lainnya.
Senyawa ini memiliki struktur fenol dengan substituen metoksil di posisi 2 dan 3, yang memberikan sifat reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti substitusi elektrofilik, oksidasi, dan reduksi. Karakteristik ini menjadikannya pilihan ideal untuk para peneliti yang membutuhkan bahan dengan reaktivitas yang dapat dikontrol.
Di laboratorium Indonesia, 2,3-Dimethoxyphenol sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama oleh institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian yang fokus pada sintesis senyawa kompleks. Bahan ini juga menjadi bagian dari proyek penelitian yang berkaitan dengan pengembangan bahan kimia baru atau modifikasi senyawa eksisting.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks karena struktur dasarnya yang stabil dan reaktif
- Reaksi substitusi elektrofilik untuk pembentukan senyawa heterosiklik
- Pembuatan bahan baku untuk obat-obatan dan bahan kimia industri
- Analisis kualitatif dan kuantitatif dalam kimia analitik
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5150-42-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,3-Dimethoxyphenol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan udara dan sinar matahari langsung. Karena sifat reaktifnya, bahan ini harus disimpan dalam lingkungan yang terkontrol untuk mencegah degradasi. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia disarankan. Selama penanganan, para peneliti harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, serta menghindari inhalasi uap atau kontak langsung dengan kulit.
- Mollà-Guerola dkk. (2023). (E)-2-(1,3-Diphenylallyl)-3,5-dimethoxyphenol. Molbank doi:10.3390/m1709
- Betts dkk. (1991). Oxidative coupling of 2,6-dimethoxyphenol by fungi and bacteria. Mycological Research doi:10.1016/s0953-7562(09)80063-4
- Solano (2001). Dimethoxyphenol oxidase activity of different microbial blue multicopper proteins. FEMS Microbiology Letters doi:10.1016/s0378-1097(01)00400-1
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
