Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 94-96-2

2-Ethyl-1,3-hexanediol (mixture of diastereoisomers) TCI E0119

2-Ethyl-1,3-hexanediol (mixture of diastereoisomers) TCI E0119

Identitas Kimia

No. CAS
94-96-2
PubChem
CID 7211·SID 87569418
Rumus molekul
C8H18O2
Berat molekul
146.23 g/mol
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-ethylhexane-1,3-diol
SMILES
CCCC(C(CC)CO)O
InChIKey
RWLALWYNXFYRGW-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00004578
Harga reguler Rp 557.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 557.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI E0119 2-Ethyl-1,3-hexanediol adalah diol bercabang yang dipasok sebagai campuran diastereoisomer, sesuai dengan adanya dua pusat stereogenik pada rangka heksanadiolnya. Senyawa ini memiliki dua gugus hidroksil pada posisi 1 dan 3 serta satu cabang etil pada atom karbon kedua. Di laboratorium, kombinasi dua gugus hidroksil dan kerangka bercabang membuatnya berguna sebagai building block untuk poliester dan poliuretan, sebagai pelarut atau bahan pembantu koalesen pada formulasi, serta sebagai bahan penelitian repelen yang secara historis dikenal luas.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah percabangan etil yang memutus keteraturan rantai sehingga turunannya cenderung lebih lentur, kurang mudah mengkristal, dan lebih mudah larut dibanding turunan diol linier. Jarak 1,3 antara kedua gugus hidroksil memungkinkan pembentukan asetal siklik dan kompleks kelat dengan ion logam tertentu, sebuah sifat yang sering dimanfaatkan pada kimia perlindungan gugus. Sebagai cairan berviskositas cukup dengan penguapan lambat, senyawa ini juga berperan sebagai pelarut pembantu yang membantu penyatuan partikel polimer pada pembentukan lapisan film.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini dijumpai pada riset polimer dan pelapis di perguruan tinggi maupun laboratorium pengembangan produk industri, serta pada penelitian repelen dan bahan perawatan. Penyediaan dalam kemasan 25 mL memudahkan percobaan pendahuluan dan skrining formulasi, sementara kemasan 500 mL menopang pekerjaan sintesis dan formulasi yang berjalan berulang di laboratorium pengembangan produk.

  • Monomer diol untuk sintesis poliester dan poliuretan, karena cabang etilnya menurunkan kristalinitas sehingga polimer yang terbentuk menjadi lebih lentur dan mudah larut.
  • Bahan pembantu koalesen pada formulasi pelapis berbasis air, sebab penguapannya lambat sehingga membantu partikel polimer menyatu membentuk lapisan film utuh.
  • Reagen pembentuk asetal siklik pelindung gugus karbonil, karena susunan hidroksil 1,3 memungkinkan pembentukan cincin enam anggota yang relatif stabil.
  • Penelitian repelen dan bahan perawatan, karena senyawa ini termasuk bahan klasik yang dikaji dalam literatur sebagai pembanding pada uji formulasi.
  • Pelarut pembantu berviskositas sedang, dipakai ketika formulasi memerlukan pelarut polar yang tidak cepat menguap selama proses pencampuran berlangsung lama.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 94-96-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 mL dan 500 mL
Bentuk fisik cairan, dipasok sebagai campuran diastereoisomer
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya

Simpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, dalam wadah asli yang tertutup rapat serta terlindung dari sinar matahari langsung. Karena diol bersifat higroskopis, tutup wadah segera setelah pemakaian agar kandungan air tidak meningkat dan mengganggu reaksi polimerisasi yang sensitif terhadap kelembapan. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta kerjakan pemindahan di dalam lemari asam. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Jauhkan dari oksidator kuat, asam kuat, dan isosianat yang dapat bereaksi cepat dengan gugus hidroksilnya.

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.