TCI E0119 2-Ethyl-1,3-hexanediol adalah diol bercabang yang dipasok sebagai campuran diastereoisomer, sesuai dengan adanya dua pusat stereogenik pada rangka heksanadiolnya. Senyawa ini memiliki dua gugus hidroksil pada posisi 1 dan 3 serta satu cabang etil pada atom karbon kedua. Di laboratorium, kombinasi dua gugus hidroksil dan kerangka bercabang membuatnya berguna sebagai building block untuk poliester dan poliuretan, sebagai pelarut atau bahan pembantu koalesen pada formulasi, serta sebagai bahan penelitian repelen yang secara historis dikenal luas.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah percabangan etil yang memutus keteraturan rantai sehingga turunannya cenderung lebih lentur, kurang mudah mengkristal, dan lebih mudah larut dibanding turunan diol linier. Jarak 1,3 antara kedua gugus hidroksil memungkinkan pembentukan asetal siklik dan kompleks kelat dengan ion logam tertentu, sebuah sifat yang sering dimanfaatkan pada kimia perlindungan gugus. Sebagai cairan berviskositas cukup dengan penguapan lambat, senyawa ini juga berperan sebagai pelarut pembantu yang membantu penyatuan partikel polimer pada pembentukan lapisan film.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini dijumpai pada riset polimer dan pelapis di perguruan tinggi maupun laboratorium pengembangan produk industri, serta pada penelitian repelen dan bahan perawatan. Penyediaan dalam kemasan 25 mL memudahkan percobaan pendahuluan dan skrining formulasi, sementara kemasan 500 mL menopang pekerjaan sintesis dan formulasi yang berjalan berulang di laboratorium pengembangan produk.
Produk TCI terkait
- TCI A3314 394735-23-0 3-Amino-4-cyclobutyl-2-hydroxybutanamide Hydrochloride (mixture of diastereoisomers)
- TCI E1417 6290-17-1 Ethyl 2-(2,4-Dimethyl-1,3-dioxolan-2-yl)acetate (mixture of diastereoisomers)
- TCI H0688 6920-22-5 1,2-Hexanediol
- TCI H0100 2935-44-6 2,5-Hexanediol
- TCI H0099 629-11-8 1,6-Hexanediol
- TCI D1167 110-03-2 2,5-Dimethyl-2,5-hexanediol
- Monomer diol untuk sintesis poliester dan poliuretan, karena cabang etilnya menurunkan kristalinitas sehingga polimer yang terbentuk menjadi lebih lentur dan mudah larut.
- Bahan pembantu koalesen pada formulasi pelapis berbasis air, sebab penguapannya lambat sehingga membantu partikel polimer menyatu membentuk lapisan film utuh.
- Reagen pembentuk asetal siklik pelindung gugus karbonil, karena susunan hidroksil 1,3 memungkinkan pembentukan cincin enam anggota yang relatif stabil.
- Penelitian repelen dan bahan perawatan, karena senyawa ini termasuk bahan klasik yang dikaji dalam literatur sebagai pembanding pada uji formulasi.
- Pelarut pembantu berviskositas sedang, dipakai ketika formulasi memerlukan pelarut polar yang tidak cepat menguap selama proses pencampuran berlangsung lama.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 94-96-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 mL dan 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan, dipasok sebagai campuran diastereoisomer |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya |
Simpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, dalam wadah asli yang tertutup rapat serta terlindung dari sinar matahari langsung. Karena diol bersifat higroskopis, tutup wadah segera setelah pemakaian agar kandungan air tidak meningkat dan mengganggu reaksi polimerisasi yang sensitif terhadap kelembapan. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta kerjakan pemindahan di dalam lemari asam. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Jauhkan dari oksidator kuat, asam kuat, dan isosianat yang dapat bereaksi cepat dengan gugus hidroksilnya.
- (1994). Final Report on the Safety Assessment of Ethyl Hexanediol. Journal of the American College of Toxicology doi:10.3109/10915819409141004
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
