Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 6920-22-5

1,2-Hexanediol, CAS 6920-22-5, TCI H0688

1,2-Hexanediol, CAS 6920-22-5, TCI H0688

Identitas Kimia

Nama lain
1,2-Dihydroxyhexane · 1,2-Hexylene Glycol
No. CAS
6920-22-5
PubChem
CID 94335·SID 87571060
Rumus molekul
C6H14O2
Berat molekul
118.18 g/mol
Kemurnian
>96.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
hexane-1,2-diol
SMILES
CCCCC(CO)O
InChIKey
FHKSXSQHXQEMOK-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00010737
Harga reguler Rp 1.008.000,00
Harga reguler Rp 720.300,00 Harga obral Rp 1.008.000,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1,2-Hexanediol dari TCI (kode H0688) adalah diol alifatik rantai enam karbon dengan dua gugus hidroksil yang bersebelahan pada atom karbon pertama dan kedua. Strukturnya menggabungkan bagian hidrofilik (dua gugus OH) dengan rantai hidrokarbon yang bersifat lipofilik, sehingga molekul ini bersifat amfifilik ringan. Di laboratorium, 1,2-hexanediol berperan sebagai building block non-heterosiklik untuk sintesis organik, pelarut bantu, dan bahan uji dalam riset formulasi, terutama di bidang kosmetik dan produk perawatan pribadi.

Sifat amfifilik inilah alasan utama 1,2-hexanediol dipilih. Senyawa ini bisa membantu melarutkan bahan yang sukar larut dalam air, berfungsi sebagai humektan yang menahan kelembapan, dan dikenal dapat memperkuat sistem pengawet dalam formulasi. Dari sisi kimia sintetik, gugus diol vicinalnya mudah dimodifikasi: bisa diubah menjadi asetal atau ketal siklik, dioksidasi, atau diesterifikasi secara selektif. Bentuk cairnya pada suhu ruang memudahkan penakaran volumetrik, sesuai dengan pilihan kemasan dalam satuan mililiter.

Di Indonesia, 1,2-hexanediol banyak dicari oleh laboratorium riset dan pengembangan kosmetik yang tumbuh pesat seiring berkembangnya merek perawatan kulit lokal. Laboratorium farmasi dan kampus memakainya untuk studi formulasi, uji stabilitas, dan penelitian sistem pengawet yang lebih ringan. Laboratorium kimia organik memanfaatkannya sebagai bahan awal sintesis. Kemasan 25 mL, 100 mL, dan 500 mL memudahkan pengguna memilih volume sesuai skala penelitian, dari tahap penapisan sampai pembuatan batch percobaan yang lebih besar.

  • Riset formulasi kosmetik: 1,2-hexanediol dipakai sebagai humektan dan pelarut bantu karena mampu menjembatani fase air dan fase minyak dalam krim, serum, dan toner.
  • Studi sistem pengawet: senyawa ini diteliti sebagai penguat aktivitas antimikroba sehingga formulator dapat mengurangi konsentrasi pengawet konvensional tanpa menurunkan perlindungan produk.
  • Sintesis organik: gugus diol vicinal memungkinkan pembentukan asetal, ketal siklik, ester, dan turunan teroksidasi, sehingga cocok sebagai building block alifatik serbaguna.
  • Studi kelarutan dan pelarut bantu: sifat amfifiliknya berguna untuk melarutkan zat aktif yang sukar larut air dalam uji pra-formulasi farmasi dan kosmetik.
  • Penelitian surfaktan dan antarmuka: 1,2-hexanediol digunakan sebagai senyawa model untuk mempelajari perilaku molekul amfifilik rantai pendek pada antarmuka air dan minyak.

Merek TCI (kode produk H0688)
Nomor CAS 6920-22-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25mL, 100mL, 500mL
Bentuk fisik cairan pada suhu ruang (lihat label dan CoA untuk detail)
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan

Simpan 1,2-hexanediol dalam botol aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Gugus hidroksilnya dapat menarik uap air dari udara, jadi tutup botol segera setelah dipakai dan hindari membiarkannya terbuka di ruangan yang lembap. Jauhkan dari oksidator kuat dan sumber api. Gunakan pipet atau gelas ukur yang bersih dan kering. Pakai sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium untuk mencegah kontak dengan mata dan kulit, lalu ikuti petunjuk di SDS.

  • Romero dkk. (2007). Effect of temperature on the surface tension of diluted aqueous solutions of 1,2-hexanediol, 1,5-hexanediol, 1,6-hexanediol and 2,5-hexanediol. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2007.05.029
  • Romero dkk. (2007). Corrigendum to “Effect of temperature on the surface tension of diluted aqueous solutions of 1,2-hexanediol, 1,5-hexanediol, 1,6-hexanediol and 2,5-hexanediol” [Fluid Phase Equilibria 258 (2007) 67–72]. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2007.08.018
  • Romero dkk. (2007). Effect of temperature on the volumetric properties of dilute aqueous solutions of 1,2-hexanediol, 1,5-hexanediol, 1,6-hexanediol, and 2,5-hexanediol. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2007.01.009

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.