Ethyl Isobutyrylacetate dari TCI dengan kode katalog E0882 adalah beta-ketoester dengan gugus isopropil pada sisi keton, dan termasuk kelompok building block non-heterosiklik. Senyawa ini memiliki gugus metilen aktif yang terapit di antara gugus keton dan gugus ester, sebuah susunan klasik yang menjadikannya salah satu reagen paling serbaguna dalam kimia organik sintetik. Di laboratorium, bahan ini menjadi bahan baku utama untuk membangun cincin heterosiklik seperti pirazol, pirimidina, isoksazol, dan piridinon, sekaligus reagen andalan untuk reaksi alkilasi, asilasi, kondensasi Knoevenagel, dan kondensasi multikomponen.
Karakteristik yang membuat senyawa ini banyak dipilih adalah keasaman proton metilen aktifnya, yang memungkinkan pembentukan enolat secara mudah dengan basa relatif ringan seperti natrium etoksida atau kalium karbonat. Setelah enolat terbentuk, reagen dapat menyerang berbagai elektrofil dengan selektivitas yang baik. Gugus isopropil pada sisi keton memberi nilai tambah tersendiri karena langsung memasang substituen bercabang ke dalam produk akhir, sesuatu yang sering diinginkan dalam perancangan molekul aktif untuk mengatur sifat sterik dan lipofilisitas. Bentuk cair memudahkan penakaran volumetrik dan pencampuran dengan pelarut organik umum.
Di Indonesia, reagen ini banyak dipakai pada laboratorium sintesis organik perguruan tinggi, penelitian kimia medisinal, serta riset pengembangan bahan aktif obat dan agrokimia yang membutuhkan inti heterosiklik bersubstituen isopropil. Kemasan 5 g melayani skala penelitian dan penelusuran kondisi reaksi, sedangkan 25 g cocok untuk sintesis preparatif berulang, praktikum lanjutan, maupun proyek yang memerlukan produksi bahan antara secara konsisten.
- Sintesis pirazol tersubstitusi melalui kondensasi dengan hidrazina, karena beta-ketoester merupakan pasangan reaksi klasik yang memberi hasil dengan regioselektivitas terkendali.
- Pembentukan cincin pirimidina dan piridinon, sebab gugus keton dan ester dapat bereaksi berurutan dengan amidina atau urea membentuk sistem cincin.
- Reaksi alkilasi metilen aktif untuk memperpanjang rantai karbon, mengingat proton di antara dua gugus penarik elektron mudah dilepas oleh basa ringan.
- Kondensasi Knoevenagel dengan aldehida, karena karbon aktif senyawa ini bereaksi lancar membentuk alkena terkonjugasi sebagai bahan antara sintesis lanjutan.
- Reaksi multikomponen seperti sintesis Hantzsch, sebab beta-ketoester berperan sebagai komponen kunci dalam pembentukan dihidropiridina secara satu wadah.
| Merek | TCI (kode katalog E0882) |
|---|---|
| Nomor CAS | 7152-15-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya |
Simpan botol tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas, nyala api, serta bahan pengoksidasi kuat dan basa kuat. Gunakan wadah kaca bertutup rapat, sebaiknya berwarna amber atau wadah asli pabrikan, untuk melindungi isi dari cahaya dan uap air yang dapat memicu hidrolisis ester secara perlahan. Ambil bahan dengan jarum suntik kaca atau pipet kering agar tidak memasukkan air ke dalam botol induk. Lakukan penakaran di dalam lemari asam sambil mengenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium karena uapnya dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan. Tangani tumpahan dengan penyerap inert dan buang limbah melalui jalur limbah organik laboratorium.
—
