Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 525-82-6

Flavone TCI F0015

Flavone TCI F0015

Identitas Kimia

No. CAS
525-82-6
PubChem
CID 10680·SID 87569829
Rumus molekul
C15H10O2
Berat molekul
222.24 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-phenylchromen-4-one
SMILES
C1=CC=C(C=C1)C2=CC(=O)C3=CC=CC=C3O2
InChIKey
VHBFFQKBGNRLFZ-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00006825
Harga reguler Rp 689.850,00
Harga reguler Rp 497.700,00 Harga obral Rp 689.850,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Flavone dengan kode katalog TCI F0015 adalah senyawa induk dari keluarga besar flavonoid, tersusun atas kerangka kromon yang mengikat gugus fenil pada posisi kedua. Struktur inilah yang menjadi cetak biru bagi ribuan turunan flavonoid yang tersebar luas di dunia tumbuhan. Di laboratorium, flavon berperan ganda: sebagai senyawa acuan untuk memahami perilaku spektroskopi dan kromatografi golongan flavonoid, dan sebagai blok bangun heterosiklik yang dapat dimodifikasi melalui substitusi untuk menghasilkan turunan baru dengan sifat biologis atau optik yang diinginkan peneliti.

Karakteristik yang membuat flavon banyak dipilih adalah kerangka aromatik terkonjugasi yang stabil sekaligus reaktif di posisi tertentu. Sistem karbonil terkonjugasi pada cincin piranon memberikan serapan ultraviolet yang khas, sehingga senyawa ini mudah dideteksi dengan detektor UV pada kromatografi cair maupun dianalisis dengan spektrofotometri. Cincin aromatiknya terbuka terhadap reaksi substitusi elektrofilik, sementara gugus karbonilnya dapat menjadi titik tolak berbagai transformasi. Sifat kepolaran yang sedang membuatnya larut baik dalam pelarut organik umum, memudahkan penyiapan larutan induk untuk pengujian rutin.

Di laboratorium Indonesia, flavon relevan bagi riset kimia bahan alam yang sangat aktif mengingat kekayaan tumbuhan tropis yang melimpah. Peneliti farmasi, pangan, dan kimia organik memanfaatkannya sebagai pembanding dalam identifikasi flavonoid hasil isolasi, serta sebagai bahan awal sintesis turunan untuk uji aktivitas antioksidan dan bioaktivitas lain. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai dengan kebutuhan laboratorium yang umumnya memerlukan jumlah kecil sebagai standar pembanding atau bahan awal skala milimol.

Brosur TCI (PDF)

  • Senyawa pembanding analisis flavonoid: struktur induknya menjadi acuan untuk membandingkan pola serapan dan waktu retensi senyawa hasil isolasi tumbuhan.
  • Bahan awal sintesis turunan flavonoid: cincin aromatiknya dapat disubstitusi sehingga peneliti memperoleh senyawa baru untuk pengujian aktivitas biologis.
  • Studi hubungan struktur dan aktivitas: flavon polos berfungsi sebagai kontrol untuk menilai pengaruh penambahan gugus hidroksil atau metoksi tertentu.
  • Riset material optik organik: sistem terkonjugasinya menarik dipelajari untuk sifat serapan dan emisi pada pengembangan bahan berpendar organik.
  • Pengembangan metode kromatografi: senyawa ini membantu mengkalibrasi sistem dan memverifikasi pemisahan sebelum sampel ekstrak yang kompleks dianalisis.

Merek TCI (kode katalog F0015)
Nomor CAS 525-82-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan kristal
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya

Simpan flavon dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya langsung agar sistem terkonjugasinya tidak mengalami perubahan selama penyimpanan jangka panjang. Gunakan botol kaca gelap bila padatan dipindahkan dari kemasan aslinya, dan beri label yang jelas mencakup nama senyawa serta tanggal pembukaan. Penimbangan sebaiknya dilakukan dengan spatula bersih di area berventilasi baik sambil mengenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari menghirup debu halus, dan buang sisa bahan melalui jalur limbah kimia organik yang berlaku.

  • Espíndola (2025). Modeling and Molecular Dynamics Studies of Flavone―DENV E-3 Protein―SWCNT Interaction at the Flavonoid Binding Sites. Viruses doi:10.3390/v17040525
  • Éshbakova dkk. (1996). Flavone sorbifolin fromPulicaria uliginosa. Chemistry of Natural Compounds doi:10.1007/bf01373800
  • Bozdag-Dündar dkk. (2011). Synthesis and Antimicrobial Activity of Flavone-3′-carboxaldehyde Oxime Ether Derivatives. Arzneimittelforschung doi:10.1055/s-0031-1297143

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.