Glycocyamine adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori asam amino non-esensial. Bahan ini sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia di laboratorium, terutama dalam penelitian terkait metabolisme protein dan senyawa organik. Glycocyamine memiliki struktur kimia unik yang memungkinkannya berperan dalam reaksi kimia kompleks, termasuk dalam sintesis senyawa lain atau sebagai substrat dalam reaksi enzimatik. Dalam konteks laboratorium Indonesia, bahan ini menjadi pilihan utama bagi peneliti yang memerlukan bahan aktif untuk eksperimen biokimia atau farmakologi.
Glycocyamine memiliki sifat kimia stabil dalam kondisi tertentu, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium. Bahan ini juga memiliki tingkat kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etanol dan aseton, yang memudahkan proses pemanfaatan dan penggunaan. Karena sifatnya yang tidak beracun dan aman dalam penggunaan normal, Glycocyamine menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan kimia lain yang lebih berbahaya.
Di laboratorium Indonesia, Glycocyamine digunakan secara luas dalam penelitian terkait biokimia, farmasi, dan ilmu lingkungan. Bahan ini sering dipakai dalam eksperimen sintesis senyawa organik, analisis komponen biologis, serta dalam pengembangan produk farmasi. Karena ketersediaannya yang terjamin dan kualitasnya yang baik, Glycocyamine menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.
- Glycocyamine digunakan dalam sintesis senyawa organik kompleks untuk penelitian farmakologi.
- Bahan ini cocok untuk eksperimen biokimia yang melibatkan reaksi enzimatik dan metabolisme protein.
- Glycocyamine sering dimanfaatkan dalam analisis komponen biologis seperti protein dan asam amino.
- Bahan ini digunakan dalam pengembangan produk farmasi dan obat-obatan baru.
- Glycocyamine juga diterapkan dalam penelitian lingkungan untuk mengevaluasi dampak senyawa organik terhadap ekosistem.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 352-97-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Amino Acids |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara terbuka |
Glycocyamine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung terhadap sinar matahari atau kelembapan berlebihan, karena dapat memengaruhi kualitas bahan. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka untuk mencegah kontaminasi atau penurunan kualitas. Dalam penggunaan, pastikan menggunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Bahan ini tidak beracun dalam kondisi normal, tetapi tetap perlakukan dengan hati-hati seperti bahan kimia lainnya.
- (2009). BETAINE AND GLYCOCYAMINE IN POLIOMYELITIS. Nutrition Reviews doi:10.1111/j.1753-4887.1953.tb01280.x
- Jiang dkk. (2020). Glycocyamine functionalized magnetic layered double hydroxides with multiple affinity sites for trace phosphopeptides enrichment. Analytica Chimica Acta doi:10.1016/j.aca.2020.07.057
- Azevedo dkk. (2007). Changing the Substrate Specificity of Creatine Kinase to Glycocyamine Through Mutagenesis of Non‐Conserved Residues. The FASEB Journal doi:10.1096/fasebj.21.6.a1010-b
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

