Glycitin, dengan nomor CAS 40246-10-4, adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori flavonoid. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian bidang kimia biologis dan glikosains. Glycitin memiliki struktur kimia kompleks yang memungkinkan interaksi dengan berbagai molekul biologis, sehingga menjadi bahan penting dalam studi metabolisme, aktivitas antioksidan, dan efek farmakologis. Produk ini sangat relevan untuk laboratorium yang melakukan eksperimen terkait senyawa fenolik dan aktivitas biologisnya.
Glycitin memiliki sifat kimia stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol. Sifat ini memudahkan proses ekstraksi, sintesis, dan analisis kimia. Selain itu, Glycitin memiliki potensi sebagai agen antioksidan yang dapat digunakan dalam penelitian kesehatan dan farmasi. Keberagaman aplikasinya membuat Glycitin menjadi pilihan utama dalam berbagai penelitian ilmiah.
Di laboratorium Indonesia, Glycitin digunakan dalam berbagai bidang seperti farmakologi, biokimia, dan ilmu lingkungan. Bahan ini sering dipakai dalam penelitian tentang efek senyawa alami terhadap sel, aktivitas antiinflamasi, dan pengaruh terhadap metabolisme. Glycitin juga menjadi bahan bantu dalam analisis kualitatif dan kuantitatif senyawa flavonoid dalam sampel tanaman atau produk alami.
Brosur TCI (PDF)
- Phytochemicals 2025-12-17 · hal. 12
- Penelitian tentang aktivitas antioksidan senyawa alami
- Analisis kandungan flavonoid dalam ekstrak tanaman
- Pengembangan obat berbasis senyawa fenolik
- Studi interaksi molekuler dalam proses metabolisme
- Eksperimen farmakologis untuk mengevaluasi efek biologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 40246-10-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Glycitin harus disimpan dalam wadah yang kedap udara, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan untuk menjaga stabilitasnya. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik tahan kimia. Dalam penanganan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Pastikan area penyimpanan ventilasi baik untuk mencegah akumulasi uap.
- Nógŕdi dkk. (1996). Synthesis of 4′,7‐Dihydroxy‐6‐methoxyisoflavone 7‐O‐β‐d‐Glucopyranoside (Glycitin). Liebigs Annalen doi:10.1002/jlac.199619961024
- Kim dkk. (2015). Soy Isoflavone Glycitin (4'-Hydroxy-6-Methoxyisoflavone-7-D-Glucoside) Promotes Human Dermal Fibroblast Cell Proliferation and Migration via TGF-β Signaling. Phytotherapy Research doi:10.1002/ptr.5313
- Liu dkk. (2022). Glycitin Induced Autophagy to Clear Amyloid Beta and Protects Neuronal Cell in AlzheimerâÂÂs Disease. Indian Journal of Pharmaceutical Sciences doi:10.36468/pharmaceutical-sciences.spl.484
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
