Ethyl Heptanoate (TCI H0031) adalah senyawa organik yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis molekul kompleks. Bahan ini merupakan ester dari heptanoic acid dan etanol, sehingga memiliki struktur kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik dalam kondisi tertentu. Dalam laboratorium, Ethyl Heptanoate sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa aroma, obat, atau bahan kimia industri. Karena sifatnya yang tidak mudah bereaksi dan memiliki titik didih yang tinggi, senyawa ini menjadi pilihan yang aman untuk digunakan dalam berbagai eksperimen kimia.
Ethyl Heptanoate memiliki sifat non-polar yang membuatnya mudah larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau kloroform. Karakteristik ini memungkinkan senyawa ini digunakan dalam reaksi esterifikasi atau hidrolisis, yang merupakan bagian penting dari sintesis senyawa organik. Selain itu, senyawa ini juga memiliki aroma yang khas, sehingga sering digunakan dalam industri parfum dan makanan. Karena kestabilannya dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia, Ethyl Heptanoate menjadi bahan yang sangat diminati di laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Ethyl Heptanoate digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa organik, analisis kimia, dan pengembangan bahan kimia baru. Bahan ini juga sering digunakan dalam pendidikan untuk melatih mahasiswa dan peneliti dalam teknik pemisahan dan identifikasi senyawa. Ketersediaannya yang stabil dan kehandalannya dalam berbagai kondisi membuatnya menjadi pilihan utama di berbagai institusi penelitian dan pendidikan di Indonesia.
- Digunakan dalam sintesis senyawa aroma untuk industri parfum dan makanan karena aroma khasnya
- Cocok untuk reaksi esterifikasi dalam pembuatan senyawa organik kompleks
- Berguna dalam analisis kimia untuk identifikasi senyawa melalui spektroskopi
- Dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bahan aktif farmasi melalui reaksi kimia tertentu
- Dapat digunakan dalam penelitian bahan kimia baru untuk pengembangan produk industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 106-30-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Ethyl Heptanoate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Wadah yang sesuai untuk menyimpan senyawa ini adalah botol kaca atau plastik tahan kimia, yang dapat mencegah penguapan dan kontaminasi. Saat menangani senyawa ini, penting untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena meskipun tidak sangat beracun, senyawa ini bisa menyebabkan iritasi pada kulit atau mata jika terpapar langsung. Selalu pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kecelakaan.
- Liu dkk. (2016). Isobaric heat capacities of ethyl heptanoate and ethyl cinnamate at pressures up to 16.3 MPa. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2015.09.031
- Demirel dkk. (2013). Phase equilibrium of (water+formic or acetic acid+ethyl heptanoate) ternary liquid systems at different temperatures. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2013.07.015
- He dkk. (2017). Measurement of speed of sound and thermal diffusivity of ethyl heptanoate using light scattering method. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2016.10.006
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
