Formaldehyde Sodium Bisulfite (TCI H0260, CAS 870-72-4) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini sering ditemukan dalam sintesis senyawa organik, terutama dalam proses reduksi dan pembentukan senyawa yang mengandung gugus hidroksil atau karbonil. Sebagai bahan baku, senyawa ini memainkan peran penting dalam pembuatan senyawa intermediat yang digunakan untuk produksi obat, bahan kimia industri, dan bahan baku lainnya.
Sifat kimia dan reaktivitas Formaldehyde Sodium Bisulfite membuatnya menjadi pilihan yang ideal dalam reaksi yang memerlukan pengurangan atau modifikasi struktur molekul. Senyawa ini stabil dalam kondisi tertentu dan mudah bereaksi dengan berbagai reaktan kimia. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini sering digunakan dalam reaksi organik yang memerlukan kondisi tertentu, seperti penggunaan katalis atau lingkungan reaktif.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas oleh peneliti dan institusi pendidikan untuk penelitian kimia murni dan terapan. Ketersediaan produk yang sesuai dengan standar kualitas memastikan keandalan hasil eksperimen dan keamanan dalam penggunaan.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa organik untuk produksi obat dan bahan kimia industri
- Reaksi reduksi dalam pembentukan senyawa dengan struktur kompleks
- Modifikasi senyawa intermediat dalam proses produksi bahan baku
- Penelitian kimia murni untuk pengembangan teknologi baru
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia yang memerlukan kondisi spesifik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 870-72-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan udara dan cahaya langsung |
Formaldehyde Sodium Bisulfite harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara serta cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi, seperti plastik atau logam. Dalam penanganan, harus dipakai sarung tangan dan masker untuk melindungi dari paparan langsung. Bahan ini bersifat reaktif, sehingga harus dihindari kontak dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel.
—
