Hypoxanthine adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori nukleotida dan merupakan salah satu komponen penting dalam metabolisme nukleotida. Bahan ini digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen biokimia dan penelitian genetika, terutama dalam studi metabolisme purin dan sintesis RNA. Hypoxanthine sering digunakan sebagai substrat dalam reaksi enzimatik atau sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa kompleks lainnya. Dalam laboratorium, Hypoxanthine juga digunakan untuk menguji aktivitas enzim seperti xanthine oxidase, yang berperan dalam proses oksidasi purin.
Hypoxanthine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu dan mudah larut dalam air, sehingga memudahkan proses penggunaannya dalam berbagai reaksi kimia. Bahan ini juga memiliki kemurnian tinggi dan konsistensi yang baik, sehingga cocok untuk eksperimen yang membutuhkan akurasi dan presisi. Keunggulan lainnya adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia yang kompleks tanpa mengganggu reaksi utama.
Di laboratorium Indonesia, Hypoxanthine digunakan dalam berbagai penelitian biokimia dan genetika, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian dari peralatan laboratorium yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang biomedis dan farmasi.
Brosur TCI (PDF)
- Reactive Oxygen Species (ROS) and Oxidative Stress Research Reagents 2026-04-23 · hal. 1
- Nucleosides, Nucleotides, Nucleic Acids and Related Reagents 2026-03-23 · hal. 9
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 60
- Dalam penelitian metabolisme purin, Hypoxanthine digunakan sebagai substrat untuk menguji aktivitas enzim xanthine oxidase.
- Hypoxanthine sering digunakan dalam sintesis senyawa purin yang lebih kompleks, seperti adenin dan guanin.
- Bahan ini digunakan dalam eksperimen biokimia untuk mengevaluasi efek inhibitor enzim pada jalur metabolisme nukleotida.
- Hypoxanthine juga diterapkan dalam penelitian tentang penyakit terkait metabolisme purin, seperti gout dan penyakit genetik.
- Dalam studi genetika, Hypoxanthine berperan sebagai bahan baku dalam pembuatan oligonukleotida dan DNA sintetik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 68-94-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Nucleosides, Nucleotides, Oligonucleotides |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Hypoxanthine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan penguraian. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari dari paparan cahaya langsung dan kelembapan berlebihan. Dalam penanganan, gunakan sarung tangan dan alat pelindung diri sesuai standar laboratorium untuk meminimalkan risiko kontak langsung. Pastikan wadah penyimpanan tidak terbuka selama tidak digunakan, dan simpan jauh dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif.
- Downs (1993). Purine control of mouse oocyte maturation: Evidence that nonmetabolized hypoxanthine maintains meiotic arrest. Molecular Reproduction and Development doi:10.1002/mrd.1080350114
- Mao dkk. (2001). Miniaturized Amperometric Biosensor Based on Xanthine Oxidase for Monitoring Hypoxanthine in Cell Culture Media. Analytical Biochemistry doi:10.1006/abio.2001.5067
- Ding dkk. (2001). Increase in hypoxanthine-guanine phosphoribosyl transferase gene mutations by exposure to electric field. Life Sciences doi:10.1016/s0024-3205(00)01007-9
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
