Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 22042-72-4

2-(2-Hydroxyethoxy)benzaldehyde TCI H0857

2-(2-Hydroxyethoxy)benzaldehyde TCI H0857

Identitas Kimia

No. CAS
22042-72-4
PubChem
CID 93989·SID 87571215
Rumus molekul
C9H10O3
Berat molekul
166.17 g/mol
Kemurnian
>96.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-(2-hydroxyethoxy)benzaldehyde
SMILES
C1=CC=C(C(=C1)C=O)OCCO
InChIKey
WGHPWLUYIPUQOJ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.405.950,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.405.950,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H0857 2-(2-Hydroxyethoxy)benzaldehyde adalah turunan benzaldehida yang membawa rantai 2-hidroksietoksi pada posisi orto. Struktur ini menyatukan tiga unsur yang berguna dalam satu molekul: gugus aldehida aromatik yang reaktif, jembatan eter yang lentur, dan gugus hidroksil primer di ujung rantai. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini banyak dimanfaatkan laboratorium sintesis organik untuk membangun molekul yang memerlukan penghubung fleksibel, misalnya pada pembuatan makrosiklus, ligan penangkap ion, serta senyawa dengan rantai samping terminal yang siap dimodifikasi lebih lanjut.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah kemudahan pengendalian reaksi pada dua ujung molekul yang berbeda watak. Gugus aldehida siap direaksikan melalui kondensasi dengan amina membentuk imina atau basa Schiff, kondensasi aldol, reaksi Wittig, reduksi menjadi alkohol benzilik, maupun oksidasi menjadi asam karboksilat. Di sisi lain, hidroksil primer pada ujung rantai etilen glikol dapat ditosilasi, dimesilasi, dialkilasi, atau diesterifikasi sehingga berfungsi sebagai titik penyambung ke fragmen molekul berikutnya. Penempatan gugus pada posisi orto memberi kedekatan ruang antara aldehida dan rantai eter, yang kerap dimanfaatkan untuk mengarahkan pembentukan cincin serta penjepitan ion logam.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan pada riset kimia supramolekul, kimia koordinasi, pengembangan sensor kimia, dan sintesis organik tingkat lanjut di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Kemasan 5 g dan 25 g sangat sesuai untuk penelitian berbasis proyek dengan jumlah percobaan terukur. Ukuran kemasan yang moderat juga membantu menjaga kesegaran bahan, sebab senyawa beraldehida sebaiknya tidak tersimpan terlalu lama setelah wadah pertama kali dibuka.

  • Sintesis basa Schiff dan ligan: aldehida orto yang berdampingan dengan oksigen eter memudahkan pembentukan ligan penjepit untuk kompleks logam transisi pada riset kimia koordinasi.
  • Pembuatan eter mahkota dan makrosiklus: rantai hidroksietoksi berperan sebagai penggal etilen glikol yang dapat disambung menjadi cincin pengikat kation secara terarah.
  • Penghubung bifungsional pada sintesis molekul besar: kedua gugusnya memungkinkan penyambungan dua fragmen berbeda melalui langkah reaksi yang dapat diatur urutannya.
  • Perancangan sensor kimia berbasis benzaldehida: kondensasi dengan hidrazida atau amina menghasilkan molekul reseptor yang responsnya dapat dipantau secara spektroskopi.
  • Sintesis turunan heterosiklik: aldehida orto bersama gugus oksigen di sebelahnya sering dipakai untuk menutup cincin benzofuran, kromena, atau sistem terkait lainnya.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 22042-72-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik mohon konfirmasi pada label kemasan dan sertifikat analisis lot, karena penampakan senyawa golongan ini dapat berupa cairan kental hingga padatan berpenampilan lunak
Penyimpanan simpan sejuk, kering, terlindung cahaya, wadah tertutup rapat

Simpan wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena gugus aldehida aromatik rentan teroksidasi perlahan menjadi asam karboksilat bila sering terpapar udara. Bila laboratorium menanganinya untuk pekerjaan yang menuntut kemurnian tinggi, pertimbangkan penyimpanan pada lemari pendingin bahan kimia dan penutupan wadah dengan gas inert setelah pemakaian. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan di dalam lemari asam karena senyawa aldehida umumnya beraroma tajam dan dapat mengiritasi. Hindari kontak dengan oksidator kuat dan amina bebas.

—