Hyaluronate Tetrasaccharide adalah oligosakarida hasil penguraian asam hialuronat yang tersusun atas empat unit gula, yaitu dua pasang berselang-seling asam glukuronat dan N-asetilglukosamin. Sebagai fragmen terdefinisi dari glikosaminoglikan alami, bahan ini menempati posisi penting dalam glikosains karena memberikan struktur yang panjangnya pasti, berbeda dengan asam hialuronat berat molekul tinggi yang selalu berupa campuran polidispers. Di laboratorium, fragmen semacam ini dipakai sebagai standar analitik, sebagai ligan model, dan sebagai bahan uji dalam kajian interaksi karbohidrat dengan protein.
Keunggulan utamanya adalah kepastian struktur. Karena jumlah unit gula dan urutannya diketahui persis, peneliti dapat menghubungkan respons biologis atau sinyal analitik langsung dengan panjang rantai tertentu, sesuatu yang mustahil dilakukan dengan polimer heterogen. Sifat oligosakarida hialuronat juga sangat hidrofilik dan bermuatan negatif karena gugus karboksilat pada asam glukuronat, sehingga larut baik dalam air dan larutan buffer serta cocok untuk analisis kromatografi maupun spektrometri massa. Fragmen pendek seperti tetrasakarida diketahui berperilaku berbeda dari fragmen panjang dalam pengenalan reseptor, dan justru perbedaan inilah yang banyak diteliti.
Laboratorium di Indonesia yang bergerak di bidang biokimia, biomaterial, farmasi, dan penelitian kulit memanfaatkan bahan ini terutama sebagai pembanding dan standar pada metode analisis. Kemasan 1 mg dan 5 mg memang khas untuk bahan glikosains bernilai tinggi, karena percobaan analitik dan uji sel umumnya hanya memerlukan jumlah mikrogram hingga ratusan mikrogram per pengukuran.
- Standar analitik untuk kromatografi dan spektrometri massa, karena panjang rantainya terdefinisi sehingga cocok sebagai titik acuan kalibrasi pemisahan oligosakarida.
- Kajian interaksi karbohidrat–protein, sebab fragmen berukuran pasti memungkinkan pengukuran afinitas pengikatan reseptor hialuronat secara kuantitatif dan dapat diulang.
- Substrat uji aktivitas enzim hialuronidase dan lyase, karena pemotongan fragmen pendek menghasilkan produk yang mudah dipisahkan serta dikuantifikasi.
- Penelitian sinyal seluler berbasis fragmen hialuronat, sebab oligosakarida pendek diketahui memicu respons biologis berbeda dibandingkan polimer berat molekul tinggi.
- Pengembangan biomaterial dan glikokonjugat, karena tetrasakarida ini dapat ditautkan ke permukaan atau pembawa untuk membentuk ligan pengenalan yang terkendali.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 57282-61-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 1 mg dan 5 mg |
| Bentuk fisik | padatan/serbuk terliofilisasi; rujuk Certificate of Analysis lot yang diterima |
| Penyimpanan | simpan dingin dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari kelembapan |
Bahan glikosains dalam kemasan miligram sebaiknya disimpan dingin dalam wadah tertutup rapat sesuai anjuran pada label dan SDS lot yang diterima, serta terlindung dari kelembapan karena oligosakarida bersifat higroskopis. Biarkan vial mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun ke dalam isinya. Rekonstitusi sebaiknya dilakukan dengan air bermutu tinggi atau buffer steril, lalu larutan dibagi menjadi alikuot kecil untuk menghindari siklus beku–cair berulang yang dapat menurunkan mutu. Gunakan sarung tangan, timbangan analitik, dan spatula bersih, serta catat setiap pengambilan mengingat jumlah bahan sangat terbatas.
- D'Auria dkk. (2003). Hyaluronate tetrasaccharide‐ CU(II) interaction: A NMR study. Biopolymers doi:10.1002/bip.10433
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
