Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 15174-69-3

4-Hydroxy-3-methylbenzaldehyde TCI H1419

4-Hydroxy-3-methylbenzaldehyde TCI H1419

Identitas Kimia

No. CAS
15174-69-3
PubChem
CID 139901·SID 468591961
Rumus molekul
C8H8O2
Berat molekul
136.15 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4-hydroxy-3-methylbenzaldehyde
SMILES
CC1=C(C=CC(=C1)C=O)O
InChIKey
BAKYASSDAXQKKY-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.016.000,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.016.000,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

4-Hydroxy-3-methylbenzaldehyde adalah senyawa aromatik yang memiliki gugus aldehida dan gugus hidroksil fenolik pada satu cincin benzena, dilengkapi substituen metil pada posisi bersebelahan dengan gugus hidroksil. Di laboratorium kimia organik, senyawa ini berperan sebagai blok pembangun serbaguna karena menghadirkan dua pusat reaktif yang sangat berbeda watak dalam satu molekul kecil. Gugus aldehidanya siap menjalani reaksi kondensasi dan adisi nukleofilik, sementara gugus fenolnya dapat dialkilasi, diasilasi, atau dimanfaatkan sebagai titik pengikat pada penyusunan molekul yang lebih besar dan kompleks.

Sifat yang membuatnya sering dipilih adalah keseimbangan antara reaktivitas dan kemudahan penanganan. Sebagai benzaldehida tersubstitusi hidroksi, senyawa ini mudah direaksikan dengan amina primer untuk membentuk basa Schiff, dengan senyawa metilen aktif dalam kondensasi Knoevenagel, maupun direduksi menjadi alkohol benzilik dan dioksidasi menjadi asam karboksilat sesuai kebutuhan rute sintesis. Kehadiran gugus metil di posisi orto terhadap fenol memberi hambatan ruang dan pengaruh elektronik tertentu yang kerap dimanfaatkan untuk mengarahkan selektivitas reaksi substitusi lanjutan pada cincin aromatiknya.

Di lingkungan laboratorium Indonesia, bahan ini banyak digunakan pada riset kimia organik sintesis, kimia bahan alam semisintetik, serta kimia koordinasi di perguruan tinggi dan lembaga riset. Kemasan 1 g dan 5 g sangat sesuai untuk pekerjaan penelitian mahasiswa sarjana dan pascasarjana, percobaan penapisan kondisi reaksi, hingga pembuatan ligan dalam jumlah terbatas, tanpa mengharuskan laboratorium menyimpan stok besar yang jarang habis terpakai dalam satu periode penelitian.

  • Sintesis basa Schiff dan ligan imina, karena gugus aldehidanya mudah berkondensasi dengan amina primer menghasilkan ligan bidentat maupun tridentat yang stabil.
  • Pembentukan kompleks logam transisi, sebab gugus hidroksil fenolik dan nitrogen imina hasil kondensasi menyediakan pasangan atom donor yang efektif mengikat pusat logam.
  • Reaksi kondensasi Knoevenagel dan Aldol, mengingat karbon karbonil aldehida bersifat elektrofilik kuat sehingga mudah diserang oleh berbagai senyawa metilen aktif.
  • Pembuatan turunan kumarin, kalkon, dan flavonoid semisintetik, karena pola hidroksi-metil pada cincin aromatiknya menyerupai kerangka banyak senyawa fenolik alami.
  • Bahan awal penyusunan pustaka senyawa uji aktivitas biologis, sebab dua gugus fungsi berbeda memungkinkan variasi struktur secara sistematis pada dua arah.

Merek TCI
Nomor CAS 15174-69-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan kristalin
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya dan udara terbuka

Senyawa fenolik beraldehida sebaiknya disimpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, ditempatkan di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari langsung, karena paparan udara dan cahaya dapat memicu oksidasi bertahap pada gugus aldehida maupun penggelapan warna pada gugus fenol. Pengambilan bahan dilakukan dengan alat bersih dan kering, lalu botol segera ditutup kembali. Pengguna dianjurkan mengenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta menimbang di lemari asam karena serbuknya dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan bila terhirup.

—