Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 603-00-9

Proxyphylline TCI H1430

Proxyphylline TCI H1430

Identitas Kimia

No. CAS
603-00-9
PubChem
CID 4977·SID 253660319
Rumus molekul
C10H14N4O3
Berat molekul
238.24 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(N)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
7-(2-hydroxypropyl)-1,3-dimethylpurine-2,6-dione
SMILES
CC(CN1C=NC2=C1C(=O)N(C(=O)N2C)C)O
InChIKey
KYHQZNGJUGFTGR-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.353.450,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.353.450,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Proxyphylline adalah senyawa turunan xantina, yaitu kelompok alkaloid purin yang juga menaungi kafeina dan teofilina. Strukturnya merupakan teofilina yang membawa gugus 2-hidroksipropil pada salah satu atom nitrogennya, sehingga sifat kelarutannya berbeda dari senyawa induknya. Di laboratorium, bahan ini umumnya digunakan sebagai bahan acuan atau senyawa pembanding dalam pekerjaan analisis dan penelitian biokimia, serta sebagai bahan uji pada kajian farmakologi dasar yang mempelajari perilaku turunan xantina terhadap sistem biologis.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah kejelasan identitas kimia dan konsistensi mutunya sebagai bahan kelas penelitian. Sebagai turunan xantina, senyawa ini memiliki gugus kromofor purin yang memberikan serapan ultraviolet khas sehingga mudah dideteksi pada kromatografi cair kinerja tinggi maupun spektrofotometri, sebuah keunggulan praktis ketika menyusun metode analisis. Penambahan gugus hidroksipropil meningkatkan kelarutannya dalam air dibandingkan teofilina, yang memudahkan penyiapan larutan induk dan larutan standar bertingkat tanpa harus mengandalkan pelarut organik dalam proporsi besar.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini dijumpai pada unit pengawasan mutu farmasi, laboratorium analisis obat, serta kelompok riset farmasi dan biokimia perguruan tinggi. Kemasan 5 g dan 25 g mencukupi kebutuhan pembuatan larutan standar, validasi metode analisis, dan percobaan berulang pada studi farmakologi, sekaligus memberi cadangan yang wajar untuk pekerjaan rutin tanpa penyimpanan berlebihan yang berpotensi melampaui masa pakai bahan.

  • Bahan acuan pada analisis kromatografi cair kinerja tinggi, karena gugus purinnya memberikan serapan ultraviolet khas yang memudahkan penetapan identitas serta kadar.
  • Pembuatan larutan standar bertingkat untuk kurva kalibrasi, sebab kelarutannya dalam air memudahkan penyiapan deret konsentrasi tanpa banyak menggunakan pelarut organik.
  • Penelitian farmakologi dasar mengenai turunan xantina, mengingat senyawa ini kerap dipakai sebagai pembanding struktural terhadap teofilina dan kerabat xantina lainnya.
  • Validasi dan pengembangan metode analisis di laboratorium pengawasan mutu, karena identitas kimianya jelas sehingga cocok sebagai senyawa uji kesesuaian sistem.
  • Studi biokimia dan metabolisme senyawa purin, sebab strukturnya memungkinkan penelusuran pengaruh substitusi nitrogen terhadap sifat kelarutan dan aktivitas biologis.

Merek TCI
Nomor CAS 603-00-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Alkaloids
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan/serbuk kristalin
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya

Simpan bahan ini dalam wadah asli yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung agar identitas serta kemurniannya tetap terjaga selama masa penggunaan, terutama bila digunakan sebagai bahan acuan analisis. Hindari kontaminasi silang dengan menggunakan spatula bersih dan kering setiap kali pengambilan, lalu segera tutup kembali botolnya. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penimbangan, serta hindari terhirupnya serbuk halus. Sebagai senyawa aktif secara biologis, bahan ini ditujukan untuk penggunaan penelitian laboratorium dan limbahnya wajib dikelola melalui jalur limbah kimia.

  • Borowiecki dkk. (2022). Biocatalytic hydrogen-transfer to access enantiomerically pure proxyphylline, xanthinol, and diprophylline. Bioorganic Chemistry doi:10.1016/j.bioorg.2022.105967
  • Wu dkk. (2008). Surface crosslinking for delayed release of proxyphylline from PHEMA hydrogels. International Journal of Pharmaceutics doi:10.1016/j.ijpharm.2007.07.032
  • Wu dkk. (2008). Modifying the release of proxyphylline from PVA hydrogels using surface crosslinking. International Journal of Pharmaceutics doi:10.1016/j.ijpharm.2007.08.007

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.