Beta-Ionone adalah senyawa organik yang termasuk dalam kelompok terpenoid, dan sering digunakan dalam berbagai aplikasi ilmiah dan industri. Sebagai salah satu komponen utama dari aroma buah-buahan seperti apel dan anggur, beta-ionone memiliki struktur kimia kompleks yang membuatnya menjadi bahan penting dalam penelitian kimia organik dan biokimia. Dalam laboratorium, beta-ionone digunakan sebagai bahan reaktif atau bahan baku untuk sintesis senyawa lain, serta dalam studi tentang aroma dan sifat biologis senyawa aromatik.
Beta-ionone memiliki sifat volatil dan mudah menguap, sehingga memerlukan penanganan yang hati-hati. Senyawa ini juga memiliki aroma yang kuat dan menarik, yang membuatnya menjadi bahan yang diminati dalam penelitian tentang psikologi dan perilaku manusia terkait aroma. Karena sifat kimianya yang stabil dan kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai senyawa, beta-ionone sering dipilih sebagai bahan untuk eksperimen yang memerlukan reaktivitas dan presisi tinggi.
Di laboratorium Indonesia, beta-ionone digunakan dalam berbagai bidang ilmu seperti kimia organik, farmasi, dan bioteknologi. Bahan ini menjadi alat penting dalam penelitian tentang senyawa aromatik, pengembangan produk kosmetik, serta studi tentang interaksi senyawa alami dengan sistem biologis. Karena ketersediaannya yang cukup dan kegunaannya yang luas, beta-ionone menjadi pilihan yang relevan untuk peneliti lokal yang membutuhkan bahan kimia berkualitas tinggi.
- Penelitian tentang senyawa aromatik dan pengaruhnya terhadap perilaku manusia
- Sintesis senyawa terpenoid dalam bidang kimia organik
- Pengembangan produk kosmetik dan aroma terapi berbasis bahan alami
- Studi tentang interaksi senyawa alami dengan sistem biologis
- Eksperimen dalam bidang farmakologi untuk mengevaluasi efek aroma pada tubuh
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 14901-07-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Terpenes |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan berwarna kekuningan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Beta-ionone harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena sifat volatilnya, wadah harus terkunci dengan baik untuk mencegah penguapan. Penanganan harus dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan saluran pernapasan. Dalam laboratorium, beta-ionone harus ditempatkan dalam area yang terpisah dari bahan kimia lainnya untuk mencegah risiko reaksi kimia yang tidak diinginkan.
- Waldmann dkk. (1995). Stereochemical Studies of Epoxides Formed by Lipoxygenase-Catalyzed Co-oxidation of Retinol, .beta.-Ionone, and 4-Hydroxy-.beta.-ionone. Journal of Agricultural and Food Chemistry doi:10.1021/jf00051a013
- Zhu dkk. (2024). The interaction between beta-ionone and 2-hydroxypropyl-beta-cyclodextrin during the formation of the inclusion complex. Computational and Theoretical Chemistry doi:10.1016/j.comptc.2024.114937
- QUIRIN dkk. (1996). ChemInform Abstract: A New Access to “iso”‐beta‐Ionone from delta‐Pyronene.. ChemInform doi:10.1002/chin.199603200
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
