Dihydro-beta-ionone adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi sintetik dan analitik di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori building blocks kimia yang sering digunakan untuk pembentukan senyawa aromatik dan terpenoid. Dihydro-beta-ionone memiliki struktur molekuler yang kompleks dan memainkan peran penting dalam sintesis senyawa dengan aktivitas biologis tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini sering diaplikasikan dalam penelitian kimia organik, farmakologi, dan aroma terapi.
Dihydro-beta-ionone memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap paparan sinar UV dan oksidasi. Senyawa ini memiliki aroma yang kuat dan menyenangkan, sehingga sering digunakan dalam industri parfum dan kosmetik. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk penelitian yang membutuhkan senyawa dengan aroma tertentu. Selain itu, kekhasan struktur molekulnya memungkinkan reaktivitas yang baik dalam reaksi kimia tertentu.
Di laboratorium Indonesia, Dihydro-beta-ionone digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang kimia organik dan farmasi. Bahan ini menjadi bagian dari proses sintesis senyawa aktif biologis, serta digunakan dalam pengujian aroma dan kualitas produk. Ketersediaannya di pasar lokal membantu peneliti dalam memenuhi kebutuhan eksperimen yang memerlukan senyawa dengan sifat aroma dan reaktivitas tertentu.
- Dalam sintesis senyawa aromatik, Dihydro-beta-ionone menjadi bahan dasar yang memberikan struktur dasar untuk reaksi kimia kompleks.
- Dalam penelitian farmakologi, senyawa ini digunakan untuk mengembangkan senyawa dengan aktivitas biologis yang spesifik.
- Dalam pengujian aroma, Dihydro-beta-ionone digunakan untuk mengevaluasi respons sensorik terhadap senyawa tertentu.
- Dalam bidang kosmetik, bahan ini digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan produk dengan aroma alami.
- Dalam analisis kimia, Dihydro-beta-ionone digunakan sebagai standar untuk identifikasi dan kuantifikasi senyawa terkait.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 17283-81-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan udara bebas |
Dihydro-beta-ionone harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung serta udara bebas. Penyimpanan dalam lingkungan kering dan dingin akan memperpanjang masa simpan bahan ini. Dalam penanganan, penting untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif tanpa penelitian lebih lanjut.
- Humpf dkk. (1991). 3,4-Dihydroxy-7,8-dihydro-.beta.-ionone .beta.-D-glucopyranoside: natural precursor of 2,2,6,8-tetramethyl-7,11-dioxatricyclo[6.2.1.01,6]undec-4-ene (Riesling acetal) and 1,1,6-trimethyl-1,2-dihydronaphthalene in red currant (Ribes rubrum L.) leaves. Journal of Agricultural and Food Chemistry doi:10.1021/jf00010a029
- Winterhalter dkk. (1990). 4-Hydroxy-7, 8-dihydro-.beta.-ionone and isomeric megastigma-6,8-dien-4-ones: new C13 norisoprenoids in quince (Cydonia oblonga, Mill.) fruit. Journal of Agricultural and Food Chemistry doi:10.1021/jf00093a043
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
