Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 79-31-2

Isobutyric Acid, CAS 79-31-2, TCI I0103

Isobutyric Acid, CAS 79-31-2, TCI I0103

Identitas Kimia

No. CAS
79-31-2
PubChem
CID 6590·SID 87571503
Rumus molekul
C4H8O2
Berat molekul
88.11 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-methylpropanoic acid
SMILES
CC(C)C(=O)O
InChIKey
KQNPFQTWMSNSAP-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 477.750,00
Harga reguler Rp 333.900,00 Harga obral Rp 477.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Isobutyric Acid dari TCI (kode I0103), juga dikenal sebagai asam 2-metilpropanoat, adalah asam karboksilat rantai pendek dengan cabang metil. Dalam kategori building block non-heterosiklik, senyawa ini menjadi bahan awal penting di laboratorium sintesis organik. Gugus karboksilatnya dapat diubah menjadi ester, amida, asil klorida, dan anhidrida. Selain dalam sintesis, asam isobutirat juga dikenal sebagai salah satu asam lemak rantai pendek. Senyawa ini dipelajari dalam bidang mikrobiologi, nutrisi, dan teknologi fermentasi.

Asam isobutirat berbentuk cairan dan memiliki bau tajam yang khas. Bentuk cair memudahkan penakaran dengan pipet atau gelas ukur dalam reaksi sintesis. Cabang metil pada posisi alfa memberi efek sterik yang berbeda dari asam butirat rantai lurus. Perbedaan ini dimanfaatkan saat peneliti ingin memperoleh gugus isobutiril dalam molekul target. Ester-esternya dikenal memiliki aroma buah, sehingga senyawa ini relevan dalam kimia perisa. Kemasan 25 mL dan 500 mL memberi pilihan antara kebutuhan riset kecil dan pemakaian rutin yang lebih besar.

Di Indonesia, asam isobutirat dibutuhkan oleh laboratorium kimia organik di perguruan tinggi untuk praktikum esterifikasi dan penelitian sintesis. Laboratorium pangan dan peternakan memakainya sebagai standar analisis asam lemak volatil, misalnya pada cairan rumen, silase, atau produk fermentasi. Penelitian mikrobiota usus yang makin berkembang juga memerlukan standar asam lemak rantai pendek bercabang seperti ini untuk analisis kromatografi gas.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis ester dan perisa: asam isobutirat direaksikan dengan berbagai alkohol untuk menghasilkan ester isobutirat beraroma buah yang dipelajari dalam kimia perisa dan pewangi.
  • Pembuatan turunan asil: senyawa ini dapat diubah menjadi isobutiril klorida atau anhidrida, yaitu reagen untuk memasukkan gugus isobutiril ke amina, alkohol, dan senyawa aromatik.
  • Standar analisis asam lemak volatil dengan GC: asam isobutirat dipakai sebagai baku pembanding untuk mengidentifikasi dan mengukur asam lemak rantai pendek dalam sampel rumen, feses, dan fermentasi.
  • Penelitian mikrobiota dan metabolisme: sebagai asam lemak rantai pendek bercabang hasil fermentasi protein, senyawa ini relevan untuk studi metabolit bakteri usus dan kesehatan pencernaan.
  • Praktikum kimia organik: reaksi esterifikasi Fischer dengan asam isobutirat cocok untuk mengajarkan reaksi kesetimbangan, pemurnian dengan distilasi, dan identifikasi produk melalui aromanya.

Merek TCI (kode produk I0103)
Nomor CAS 79-31-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25mL, 500mL
Bentuk fisik cairan dengan bau tajam yang khas
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk berventilasi baik, jauh dari api dan basa kuat

Asam isobutirat bersifat korosif. Senyawa ini dapat menyebabkan luka bakar pada kulit dan kerusakan mata, serta merupakan cairan yang mudah terbakar. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk dan berventilasi baik, jauh dari sumber api, oksidator kuat, dan basa. Tangani di lemari asam karena uapnya berbau sangat tajam dan mengiritasi. Gunakan sarung tangan tahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Siapkan bahan penyerap untuk tumpahan dan baca SDS sebelum memakainya.

  • Muneyama dkk. (1995). Effects of water vapor in the oxidative dehydrogenation of isobutyric acid to methacrylic acid over iron phosphate catalyst. Catalysis Letters doi:10.1007/bf00808834
  • Alyas Ahmed dkk. (2025). Synthesis, Characterization, Molecular docking of some Hydrazone derived from Isobutyric acid. IAR Journal of Clinical & Medical Biochemistry doi:10.47310/iarjcmb.2025.v05i02.001
  • Klisáková dkk. (2004). On the role of zeolite structure and acidity in toluene acylation with isobutyric acid derivatives. Applied Catalysis A: General doi:10.1016/j.apcata.2004.05.019

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.