Isobutyric Acid Hydrazide adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur kimia yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi hidrazinasi, sehingga menjadi bahan penting dalam laboratorium kimia. Dalam praktiknya, senyawa ini sering dimanfaatkan untuk pembentukan senyawa heterosiklik dan senyawa dengan struktur kompleks yang memerlukan reaksi spesifik.
Isobutyric Acid Hydrazide memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap berbagai kondisi lingkungan seperti panas, sinar UV, dan bahan kimia tertentu. Senyawa ini juga bersifat tidak berwarna dan memiliki aroma yang tidak menyenangkan. Karakteristik ini membuatnya cocok untuk digunakan dalam reaksi kimia yang membutuhkan kontrol ketat terhadap reaktivitas.
Di laboratorium Indonesia, Isobutyric Acid Hydrazide digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama oleh peneliti yang fokus pada sintesis senyawa baru atau modifikasi senyawa organik. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian tentang reaksi kimia yang melibatkan hidrazin, sehingga menjadi bagian penting dalam pengembangan senyawa farmasi dan bahan kimia industri.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk penelitian farmakologi
- Reaksi hidrazinasi dalam pembuatan senyawa organik kompleks
- Modifikasi senyawa alkil untuk pengembangan bahan kimia industri
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa organik dalam kondisi tertentu
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia yang memerlukan substrat reaktif
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3619-17-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Isobutyric Acid Hydrazide harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat reaktif dan harus ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Penyimpanan yang tepat akan memastikan stabilitas bahan dan mengurangi risiko reaksi tidak terduga dalam laboratorium.
- Seidel dkk. (2025). Lewis Acid–Base Adducts of α-Amino Isobutyric Acid-Derived Silaheterocycles and Amines. Molecules doi:10.3390/molecules30173501
- Lakk-Bogáth dkk. (2015). Ligand-dependent oxidation of copper bound α-amino-isobutyric acid as 1-aminocyclopropane-1-carboxylic acid oxidase mimics. Polyhedron doi:10.1016/j.poly.2015.05.043
- Alyas Ahmed dkk. (2025). Synthesis, Characterization, Molecular docking of some Hydrazone derived from Isobutyric acid. IAR Journal of Clinical & Medical Biochemistry doi:10.47310/iarjcmb.2025.v05i02.001
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
