2-Isopropylaniline adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori *building blocks* dalam kimia organik. Senyawa ini digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam reaksi substitusi dan reaksi kondensasi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering diaplikasikan untuk membangun struktur molekuler yang lebih kompleks, seperti senyawa heterosiklik atau senyawa dengan rantai cabang. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia dan penelitian.
2-Isopropylaniline memiliki struktur molekul yang stabil namun masih cukup reaktif, sehingga cocok untuk berbagai reaksi kimia. Senyawa ini bersifat basa lemah dan dapat berfungsi sebagai donor elektron dalam reaksi kimia tertentu. Karena kemurniannya tinggi dan konsistensi kualitas, senyawa ini sering dipilih oleh para peneliti dan ilmuwan untuk memastikan hasil eksperimen yang akurat dan dapat diandalkan.
Di laboratorium Indonesia, 2-Isopropylaniline digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi, material, dan kimia industri. Bahan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam kesehatan, lingkungan, dan teknologi. Ketersediaannya yang stabil dan kualitasnya yang terjamin membuat senyawa ini menjadi pilihan utama di berbagai institusi penelitian dan perguruan tinggi di Indonesia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi aromatik dalam penelitian kimia organik
- Pembuatan senyawa dengan rantai cabang untuk aplikasi material
- Eksperimen kimia untuk memahami mekanisme reaksi organik
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia yang memerlukan aktivasi elektron
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 643-28-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 250mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2-Isopropylaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan paparan udara. Bahan ini bersifat reaktif dan harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Karena sifatnya yang basa, bahan ini juga perlu dihindari kontak langsung dengan bahan asam atau logam. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kualitas dan keamanan penggunaan bahan ini di laboratorium.
- Mochida dkk. (2015). Spin-Crossover Hysteresis of [FeII(LHiPr)2(NCS)2] (LHiPr = N-2-Pyridylmethylene-4-Isopropylaniline) Accompanied by Isopropyl Conformation Isomerism. Magnetochemistry doi:10.3390/magnetochemistry1010017
- Singh dkk. (2020). Development and Characterization of SDS Doped Poly(aniline-co-2-isopropylaniline) MWCNT/CuO Nanocomposites for Electrochemical Supercapacitor Application. Asian Journal of Chemistry doi:10.14233/ajchem.2020.22681
- Clegg dkk. (1991). Propachlor andN-isopropylaniline residues in onions (Allium cepa) and muck soils. Bulletin of Environmental Contamination and Toxicology doi:10.1007/bf01689460
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
