N-Isopropylaniline adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia. Senyawa ini termasuk dalam kategori bahan pembangun kimia non-heterosiklik, yang sering digunakan untuk sintesis senyawa kompleks. Dalam laboratorium, N-Isopropylaniline berperan sebagai bahan reaktif yang dapat berpartisipasi dalam berbagai reaksi seperti reaksi substitusi, kondensasi, dan reaksi nucleofili. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini sering digunakan dalam pembuatan senyawa aromatik, amina, dan senyawa organik lainnya.
N-Isopropylaniline memiliki struktur molekuler yang stabil dan sifat kimia yang memungkinkan reaktivitas tinggi terhadap berbagai kondisi reaksi. Senyawa ini bersifat basa lemah dan dapat berikatan dengan berbagai reaktan lainnya. Daya reaktivitasnya membuatnya menjadi pilihan utama dalam sintesis senyawa kompleks. Selain itu, senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan pemanfaatan dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, N-Isopropylaniline digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis organik dan analisis kimia. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian kimia farmasi dan industri kimia. Karena kegunaannya yang luas, senyawa ini menjadi bagian penting dalam proses pengembangan produk baru dan penelitian ilmiah di berbagai institusi penelitian di Indonesia.
- Sintesis senyawa aromatik untuk pengembangan obat dan bahan kimia industri
- Reaksi nucleofili dalam pembuatan senyawa kompleks organik
- Pembuatan bahan aktif farmakologis dalam penelitian farmasi
- Pengujian katalis dan reaktivitas dalam reaksi kimia organik
- Analisis kimia untuk identifikasi senyawa dalam sampel kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 768-52-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
N-Isopropylaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifatnya yang reaktif, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati dan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan yang tepat memastikan stabilitas senyawa dan mengurangi risiko reaksi tidak terduga. Wadah yang digunakan harus tahan terhadap bahan kimia dan tidak berisiko bocor.
- Mochida dkk. (2015). Spin-Crossover Hysteresis of [FeII(LHiPr)2(NCS)2] (LHiPr = N-2-Pyridylmethylene-4-Isopropylaniline) Accompanied by Isopropyl Conformation Isomerism. Magnetochemistry doi:10.3390/magnetochemistry1010017
- Singh dkk. (2020). Development and Characterization of SDS Doped Poly(aniline-co-2-isopropylaniline) MWCNT/CuO Nanocomposites for Electrochemical Supercapacitor Application. Asian Journal of Chemistry doi:10.14233/ajchem.2020.22681
- Clegg dkk. (1991). Propachlor andN-isopropylaniline residues in onions (Allium cepa) and muck soils. Bulletin of Environmental Contamination and Toxicology doi:10.1007/bf01689460
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
