TCI I0704 2',3'-O-Isopropylideneinosine adalah inosin dengan diol 2',3' pada cincin ribosa yang dilindungi sebagai asetonida. Inosin sendiri merupakan nukleosida yang tersusun dari basa hipoxantin dan ribosa, dan dikenal luas sebagai simpul penting dalam jalur metabolisme purin serta sebagai basa "wobble" pada RNA transfer. Dalam bentuk terlindung ini, senyawa berperan sebagai bahan antara yang memudahkan peneliti membangun analog nukleosida hipoxantin, prekursor untuk transformasi menjadi turunan purin lain, serta reagen untuk kajian enzim yang mengolah inosin di laboratorium biokimia.
Daya tarik utama bahan ini terletak pada fleksibilitas kimianya. Basa hipoxantin dapat dikonversi lebih lanjut menjadi turunan 6-kloro atau 6-substitusi lain, sehingga satu senyawa antara dapat mengantar ke beragam analog purin tanpa harus memulai dari nukleosida yang berbeda. Gugus asetonida menahan kondisi basa dan netral namun terbuka pada perlakuan asam berair yang lembut, memberi kendali tahap deproteksi yang rapi. Perlindungan diol juga menaikkan kelarutan dalam pelarut organik dan menyederhanakan pemurnian, sehingga rendemen tahap demi tahap lebih mudah dipertahankan pada skala penelitian.
Di lingkungan laboratorium Indonesia, bahan ini dipakai kelompok riset kimia organik dan bioteknologi yang menggarap sintesis analog nukleosida, kajian metabolisme purin, serta pengembangan kandidat senyawa aktif. Kemasan 5 g sesuai untuk penelitian terarah dengan beberapa kali pengulangan reaksi, termasuk penelitian tesis dan disertasi yang memerlukan optimasi kondisi sebelum rute sintesis dinyatakan mapan.
- Bahan antara sintesis analog purin: basa hipoxantin dapat diaktifkan dan disubstitusi sehingga membuka rute menuju berbagai turunan adenin maupun purin termodifikasi lainnya.
- Modifikasi selektif gugus 5'-hidroksil: perlindungan diol ribosa membuat fosforilasi, oksidasi, dan penautan linker berlangsung terarah tanpa reaksi samping pada posisi 2' dan 3'.
- Kajian biokimia metabolisme purin: turunan yang dibuat dari inosin terlindung membantu menelusuri kerja enzim seperti nukleosida fosforilase dan enzim pengolah purin lainnya.
- Penelitian kimia medisinal antivirus: kerangka nukleosida hipoxantin menjadi titik awal penting bagi penapisan analog yang mengganggu sintesis asam nukleat virus.
- Pembuatan standar dan pembanding analitik: senyawa terdefinisi ini bermanfaat untuk pengembangan metode HPLC dan spektroskopi pada analisis nukleosida di laboratorium.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2140-11-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Nucleosides, Nucleotides, Oligonucleotides |
| Ukuran kemasan | 5 g |
| Bentuk fisik | padatan (serbuk/kristal); rincian rupa lot mengacu pada Certificate of Analysis |
| Penyimpanan | tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai petunjuk label produsen |
Simpan bahan pada tempat sejuk, kering, dan gelap dengan wadah tertutup rapat, jauh dari sumber panas maupun sinar matahari langsung; ikuti anjuran penyimpanan berpendingin bila tercantum pada label. Gunakan wadah asli produsen atau botol kaca amber bertutup ulir yang kedap untuk menahan masuknya uap air. Ambil bahan dengan spatula bersih dan kering, lalu tutup kembali segera setelah penimbangan. Lengkapi diri dengan jas laboratorium, sarung tangan nitril, dan kacamata pelindung, serta rujuk Safety Data Sheet sebelum bekerja.
- Marzano dkk. (2022). O6-[(2″,3″-O-Isopropylidene-5″-O-tbutyldimethylsilyl)pentyl]-5′-O-tbutyldiphenylsilyl-2′,3′-O-isopropylideneinosine. Molbank doi:10.3390/m1345
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
