Lecithin from Egg adalah campuran fosfolipid alami yang diekstraksi dari kuning telur dan banyak digunakan sebagai bahan dasar penelitian membran serta sistem penghantaran zat aktif. Kandungan utamanya berupa fosfatidilkolin bersama fosfolipid lain, sehingga bahan ini menjadi model sederhana namun representatif untuk mempelajari perilaku lapisan ganda lipid. Di laboratorium biokimia dan farmasi, lesitin telur menjadi bahan rutin untuk membentuk liposom, vesikel, dan emulsi, sekaligus sebagai sumber lipid alami dalam kajian interaksi obat dengan membran biologis.
Lesitin asal telur dipilih karena profil asam lemaknya berbeda dari lesitin nabati, dengan proporsi rantai tak jenuh yang memberi sifat membran lebih cair pada suhu ruang. Karakter amfifiliknya, yaitu kepala fosfat yang polar dan dua ekor asam lemak yang hidrofobik, membuatnya menyusun diri secara spontan menjadi struktur lapisan ganda ketika didispersikan dalam air. Sifat ini sangat dihargai dalam riset formulasi karena memungkinkan pembentukan vesikel tanpa perlu surfaktan sintetis tambahan. Bahan berkelas pereaksi dari TCI membantu menjaga keseragaman perilaku pembentukan vesikel antar percobaan.
Di Indonesia, lesitin telur banyak dipakai pada penelitian farmasetika, teknologi pangan, dan biokimia di kampus maupun lembaga riset, terutama dalam pengembangan sistem nanoemulsi dan liposom untuk bahan aktif lokal. Kemasan yang tersedia cukup fleksibel untuk kebutuhan penelitian skala laboratorium. Karena fosfolipid tak jenuh rentan terhadap oksidasi, suhu tinggi dan kelembapan khas iklim tropis menuntut penyimpanan dingin yang konsisten agar mutu bahan tetap terjaga sepanjang masa penelitian.
- Pembuatan liposom dan vesikel unilamelar, karena fosfolipid telur menyusun diri menjadi lapisan ganda stabil yang mampu menjerat bahan aktif larut air di rongga dalamnya.
- Model membran biologis untuk studi permeabilitas, sebab komposisi asam lemaknya mendekati membran sel hewan sehingga hasil percobaan lebih relevan secara biologis.
- Formulasi nanoemulsi dan mikroemulsi di riset farmasi, mengingat sifat amfifiliknya menurunkan tegangan antarmuka minyak dan air tanpa memerlukan surfaktan sintetis tambahan.
- Bahan pengemulsi dalam penelitian teknologi pangan, karena lesitin merupakan emulsifier alami yang menstabilkan sistem dispersi sekaligus dapat diterima pada kajian produk pangan.
- Substrat uji aktivitas enzim fosfolipase, sebab strukturnya merupakan substrat alami yang dikenali enzim sehingga cocok untuk pengukuran kinetika hidrolisis fosfolipid.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 8002-43-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Lipids |
| Ukuran kemasan | 25 g, 100 g |
| Bentuk fisik | padatan lunak hingga massa kental berwarna kekuningan |
| Penyimpanan | simpan dalam kondisi dingin, tertutup rapat, dan terlindung dari cahaya |
Simpan lesitin telur dalam lemari pendingin atau freezer sesuai anjuran pada label, dalam wadah tertutup rapat yang terlindung dari cahaya dan udara lembap, karena fosfolipid tak jenuh mudah mengalami oksidasi. Penggunaan wadah kaca gelap atau pembungkus aluminium foil sangat membantu. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun di dalam kemasan. Gunakan sarung tangan dan spatula bersih serta kering saat mengambil bahan, hindari pemanasan berlebih, dan tutup kembali wadah dengan segera. Pertimbangkan pembagian menjadi porsi kecil untuk mengurangi siklus buka tutup berulang.
- Zhao dkk. (2023). Perspectives on lecithin from egg yolk: Extraction, physicochemical properties, modification, and applications. Frontiers in Nutrition doi:10.3389/fnut.2022.1082671
- Soud dkk. (2015). ISOLATION, CHARACTERIZATION AND ANTI-BACTERIAL ACTIVITY OF LECITHIN FROM EGG YOLK. Basrah Journal of Veterinary Research doi:10.23975/bjvetr.2022.174024
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
