Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 8002-43-5

Lecithin from Soybean TCI L0023

Lecithin from Soybean TCI L0023
Harga reguler Rp 505.050,00
Harga reguler Harga obral Rp 505.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Lecithin from Soybean adalah campuran fosfolipid nabati yang diperoleh dari kedelai dan menjadi salah satu bahan paling umum dalam penelitian lipid, emulsi, dan sistem penghantaran. Komponen utamanya mencakup fosfatidilkolin bersama fosfatidiletanolamin dan fosfolipid lain yang khas pada sumber nabati. Di laboratorium, bahan ini digunakan untuk membentuk liposom, menstabilkan emulsi, serta menyediakan matriks lipid dalam kajian interaksi molekul dengan membran. Ketersediaannya yang luas dan asal nabatinya menjadikan lesitin kedelai pilihan praktis untuk penelitian pangan maupun farmasi.

Sifat yang menonjol dari lesitin kedelai adalah kemampuannya bekerja sebagai emulsifier alami yang efektif pada sistem minyak dalam air maupun air dalam minyak. Struktur amfifiliknya memungkinkan molekul menempati antarmuka dan menurunkan tegangan permukaan, sehingga dispersi yang terbentuk lebih stabil terhadap penggabungan tetesan. Profil asam lemaknya yang kaya rantai tak jenuh memberi fleksibilitas lapisan ganda yang baik pada suhu ruang. Sebagai bahan nabati, lesitin kedelai juga menjadi pilihan ketika penelitian memerlukan bahan yang bebas dari sumber hewani. Mutu pereaksi TCI mendukung konsistensi hasil formulasi.

Laboratorium Indonesia memanfaatkan lesitin kedelai secara luas pada penelitian teknologi pangan, farmasetika, dan bioteknologi, termasuk pengembangan enkapsulasi bahan aktif dari sumber daya alam lokal. Pilihan kemasan kecil hingga besar memudahkan penyesuaian antara percobaan pendahuluan dan optimasi formulasi berulang. Iklim tropis yang hangat dan lembap mempercepat oksidasi fosfolipid, sehingga disiplin penyimpanan dingin dan pengemasan ulang dalam porsi kecil menjadi kebiasaan yang sangat dianjurkan.

  • Pembuatan liposom untuk penelitian penghantaran bahan aktif, karena fosfolipid kedelai membentuk lapisan ganda yang mampu menjerat senyawa hidrofilik maupun lipofilik sekaligus.
  • Penstabil emulsi pada riset teknologi pangan, sebab molekul amfifiliknya menempati antarmuka minyak dan air sehingga menghambat penggabungan tetesan selama penyimpanan sampel.
  • Matriks lipid dalam uji disolusi dan pelepasan obat, mengingat lapisan fosfolipid meniru penghalang biologis yang harus dilewati molekul aktif sebelum diserap.
  • Bahan dasar nanoemulsi dan sistem enkapsulasi ekstrak alami, karena lesitin nabati kompatibel dengan komponen minyak tumbuhan yang lazim dipakai dalam penelitian tersebut.
  • Sumber fosfolipid untuk analisis kromatografi lipid, sebab campurannya menyediakan beragam kelas fosfolipid yang berguna sebagai rujukan pemisahan dan identifikasi puncak.

Merek TCI
Nomor CAS 8002-43-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Lipids
Ukuran kemasan 25 g, 500 g
Bentuk fisik massa kental atau padatan lunak berwarna kuning kecokelatan
Penyimpanan simpan dingin, tertutup rapat, dan terlindung dari cahaya serta udara lembap

Simpan lesitin kedelai pada suhu dingin sesuai anjuran label, dalam wadah tertutup rapat yang terlindung dari cahaya dan paparan udara, karena fosfolipid tak jenuh rentan terhadap oksidasi yang mengubah warna dan aroma bahan. Wadah kaca dengan tutup rapat atau pelindung aluminium foil merupakan pilihan yang sesuai. Biarkan bahan menyesuaikan suhu ruang sebelum wadah dibuka untuk mencegah pengembunan. Kenakan sarung tangan dan gunakan spatula kering setiap pengambilan, hindari kontaminasi silang, serta pertimbangkan pembagian menjadi beberapa porsi kecil agar wadah induk tidak sering terbuka.

  • Chiplunkar dkk. (2017). Ultrasound Assisted Synthesis of Hydroxylated Soybean Lecithin from Crude Soybean Lecithin as an Emulsifier. Journal of Oleo Science doi:10.5650/jos.ess17090

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.