TCI L0042 Levulinic Acid atau asam levulinat adalah senyawa keto asam berantai pendek yang memiliki dua gugus fungsi sekaligus, yaitu gugus keton dan gugus asam karboksilat, dalam satu molekul yang relatif sederhana. Senyawa ini dikenal luas sebagai salah satu platform chemical utama yang dapat diperoleh dari biomassa berbasis selulosa, sehingga menempati posisi penting dalam riset kimia terbarukan. Di laboratorium, asam levulinat berperan sebagai building block serbaguna untuk membangun molekul yang lebih kompleks serta sebagai bahan acuan dalam penelitian konversi biomassa.
Keunggulan utama asam levulinat terletak pada dwifungsi strukturnya. Gugus karboksilat memungkinkan pembentukan ester, amida, dan garam, sedangkan gugus keton membuka jalur adisi nukleofilik, kondensasi, reduksi, serta pembentukan cincin heterosiklik. Kedekatan posisi kedua gugus tersebut mendorong reaksi siklisasi intramolekul yang menghasilkan turunan lakton dan pirolidinon secara efisien. Sifatnya yang larut baik dalam air maupun berbagai pelarut organik polar memberi keleluasaan dalam memilih sistem reaksi. Selain itu, asal-usulnya dari sumber biomassa terbarukan menjadikannya bahan yang sangat sesuai untuk penelitian yang berorientasi pada prinsip kimia hijau.
Di Indonesia, asam levulinat banyak diminati oleh laboratorium teknik kimia, kimia organik, dan pusat penelitian energi terbarukan, khususnya yang menggarap valorisasi limbah pertanian dan biomassa lignoselulosa yang melimpah di tanah air. Kemasan 25 g memadai untuk penelusuran reaksi skala kecil dan verifikasi metode analisis, sementara kemasan 500 g mendukung eksperimen sintesis berulang, optimasi katalis, serta kegiatan penelitian tingkat lanjut yang membutuhkan bahan dalam jumlah lebih besar.
Brosur TCI (PDF)
- Building block sintesis organik multitahap, karena gugus keton dan karboksilatnya dapat direaksikan secara selektif untuk membangun kerangka molekul target yang kompleks.
- Bahan baku pembuatan ester levulinat, sebab gugus asamnya mudah diesterifikasi sehingga cocok untuk penelitian aditif bahan bakar dan pelarut hijau.
- Prekursor sintesis senyawa heterosiklik, karena posisi gugus ketonnya mendukung reaksi siklisasi intramolekul membentuk lakton maupun cincin pirolidinon.
- Senyawa acuan riset konversi biomassa, sehingga peneliti dapat mengkalibrasi metode analisis produk hidrolisis selulosa dan mengevaluasi kinerja katalis secara kuantitatif.
- Reagen kajian kimia hijau di perguruan tinggi, karena asal terbarukannya memperagakan konsep bahan baku berkelanjutan secara konkret dalam praktikum.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 123-76-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 500 g |
| Bentuk fisik | padatan rendah titik leleh yang mudah mencair menjadi cairan pada suhu hangat |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, jauh dari basa kuat |
Simpan asam levulinat dalam wadah kaca atau wadah tahan asam yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Bahan ini bersifat higroskopis dan dapat melunak atau mencair pada suhu hangat, sehingga hindari penyimpanan dekat sumber panas. Jauhkan dari basa kuat dan oksidator karena gugus karboksilatnya reaktif terhadap keduanya. Lakukan penimbangan dan pemindahan di lemari asam bila memungkinkan, serta gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, pelindung mata, dan jas laboratorium. Bersihkan tumpahan segera dan rujuk lembar data keselamatan bahan sebelum penanganan.
- Vinod dkk. (2023). A straightforward preparation of levulinic esters from biorenewable levulinic acid using methanesulfonic acid supported on silica gel (MSA-SG) as an efficient heterogeneous catalyst. Materials Today: Proceedings doi:10.1016/j.matpr.2022.08.389
- Lappalainen dkk. (2019). Simultaneous production of furfural and levulinic acid from pine sawdust via acid-catalysed mechanical depolymerization and microwave irradiation. Biomass and Bioenergy doi:10.1016/j.biombioe.2019.02.017
- Mthembu dkk. (2021). Esterification of levulinic acid to ethyl levulinate: optimization of process conditions using commercial levulinic acid and extension to the use of levulinic acid derived from depithed sugarcane bagasse. Biomass Conversion and Biorefinery doi:10.1007/s13399-021-01632-5
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
