Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 67396-08-1

D-Lysine Methyl Ester Dihydrochloride TCI L0201

D-Lysine Methyl Ester Dihydrochloride TCI L0201

Identitas Kimia

No. CAS
67396-08-1
PubChem
CID 44629856·SID 87559861
Rumus molekul
C7H18Cl2N2O2
Berat molekul
233.13 g/mol
Kemurnian
>98.0%(N)(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
methyl (2R)-2,6-diaminohexanoate;dihydrochloride
SMILES
COC(=O)[C@@H](CCCCN)N.Cl.Cl
InChIKey
SXZCBVCQHOJXDR-QYCVXMPOSA-N
Harga reguler Rp 1.749.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.749.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI L0201 D-Lysine Methyl Ester Dihydrochloride adalah turunan lisin berkonfigurasi D yang gugus karboksilatnya diesterifikasi menjadi ester metil, lalu distabilkan sebagai garam dihidroklorida. Penambahan dua ekuivalen asam klorida diperlukan karena molekul lisin memiliki dua gugus amina basa, yakni amina alfa dan amina epsilon pada ujung rantai sampingnya. Di laboratorium, senyawa ini berfungsi sebagai blok pembangun serbaguna untuk merangkai peptida, polimer berbasis asam amino, maupun molekul bercabang yang memanfaatkan dua titik reaktif nitrogen tersebut.

Keunggulan yang membuatnya sering dipilih adalah keberadaan dua gugus amina yang dapat dibedakan reaktivitasnya melalui pemilihan gugus pelindung dan pengaturan pH reaksi. Fleksibilitas ini menjadikannya bahan antara yang berguna untuk membangun struktur bercabang atau dendritik. Bentuk garam dihidroklorida membuat padatannya jauh lebih mudah ditangani dibandingkan basa bebas, karena tidak mudah menyerap karbon dioksida dari udara dan lebih tahan disimpan. Konfigurasi D memberi nilai tambah tersendiri: peptida yang menyertakan residu ini umumnya lebih lambat dicerna oleh enzim protease, sehingga cocok untuk rancangan molekul yang menuntut masa hidup lebih panjang.

Di Indonesia, bahan ini umumnya digunakan pada laboratorium kimia organik sintetis, riset biomaterial berbasis polilisin, serta penelitian kimia medisinal di perguruan tinggi dan lembaga riset. Pilihan kemasan 5 g dan 25 g memberikan keleluasaan: ukuran kecil sesuai untuk tahap penjajakan dan optimasi kondisi reaksi, sedangkan ukuran lebih besar mendukung pekerjaan berulang atau pembuatan bahan antara dalam jumlah memadai untuk beberapa rangkaian percobaan sekaligus.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis peptida berkonfigurasi D, karena residu lisin yang tidak alami memperlambat pemecahan enzimatis sekaligus mempertahankan muatan positif rantai samping.
  • Pembuatan struktur bercabang dan dendritik, sebab dua gugus amina pada satu molekul menyediakan titik percabangan yang mudah dikembangkan secara bertahap.
  • Bahan antara sintesis kiral, karena kerangka lisin berkonfigurasi D dapat diubah menjadi berbagai turunan amida dan karbamat yang bernilai sintetis.
  • Riset biomaterial dan konjugasi, mengingat gugus amina bebas berperan sebagai titik penambatan untuk pewarna, penanda, atau molekul pembawa tertentu.
  • Kajian stereokimia dalam kimia medisinal, sebab perbandingan pasangan enansiomer membantu menjelaskan bagaimana orientasi ruang memengaruhi aktivitas senyawa uji.

Merek TCI
Nomor CAS 67396-08-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik umumnya serbuk kristal berwarna putih hingga hampir putih
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan

Simpan bahan dalam wadah asli yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan terhindar dari cahaya matahari langsung. Garam dihidroklorida asam amino bersifat mudah menarik uap air, sehingga penimbangan sebaiknya dilakukan dengan cepat dan wadah segera ditutup kembali; penyimpanan di dalam desikator atau lemari pendingin sangat dianjurkan untuk pemakaian jangka panjang. Kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta tangani serbuk di area berventilasi baik agar tidak terhirup. Jauhkan dari basa kuat, bahan pengoksidasi, dan sumber panas, dan selalu ikuti petunjuk lembar data keselamatan bahan.

  • BALAJTHY (1992). ChemInform Abstract: N‐Benzyloxycarbonyl‐L‐lysine Methyl Ester Hydrochloride.. ChemInform doi:10.1002/chin.199201270
  • Balajthy (1991). AN IMPROVED PREPARATION OF N-BENZYLOXYCARBONYL-L-LYSINE METHYL ESTER HYDROCHLORIDE. Organic Preparations and Procedures International doi:10.1080/00304949109458213
  • Ozawa dkk. (2014). Biobased thermosetting resins composed of L‐lysine methyl ester and bismaleimide. Journal of Applied Polymer Science doi:10.1002/app.40379

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.