L-(+)-Lysine Dihydrochloride adalah garam dihidroklorida dari L-lisin, asam amino esensial berkonfigurasi alami yang menjadi penyusun protein pada hampir seluruh makhluk hidup. Dalam bentuk dihidroklorida, kedua gugus amino lisin terprotonasi dan berpasangan dengan ion klorida sehingga menghasilkan padatan kristalin yang stabil serta sangat mudah larut dalam air. Format ini banyak dipilih untuk keperluan analitik dan biokimia karena memberikan bahan yang konsisten, mudah ditimbang, dan cepat membentuk larutan jernih tanpa memerlukan pemanasan atau penyesuaian pH yang rumit.
Sifat yang menjadikannya unggul adalah kestabilan penyimpanan yang lebih baik dibandingkan basa bebas, terutama karena bentuk garam tidak mudah bereaksi dengan karbon dioksida dari udara. Kelarutan air yang tinggi memudahkan penyiapan larutan stok berkonsentrasi tinggi untuk media kultur, larutan standar, maupun campuran reaksi. Konfigurasi L-nya sesuai dengan asam amino alami sehingga dapat langsung dimanfaatkan sistem biologis, sementara dua gugus amino dengan tingkat kebasaan berbeda memungkinkan modifikasi selektif setelah strategi proteksi yang tepat diterapkan pada sintesis peptida.
Laboratorium di Indonesia menggunakannya secara luas pada penyiapan media kultur sel dan mikroba, analisis kadar asam amino pada produk pangan dan pakan, serta riset fermentasi yang memanfaatkan mikroorganisme penghasil lisin. Laboratorium farmasi dan bioteknologi memakainya sebagai larutan standar pada pengujian mutu suplemen asam amino, sedangkan kelompok riset biomaterial memanfaatkan gugus epsilon-aminonya untuk memodifikasi permukaan polimer dan hidrogel dalam percobaan kultur jaringan.
Brosur TCI (PDF)
- Amino Acids and Peptide Synthesis Reagents 2025-08-14 · hal. 4
- Penyiapan media kultur sel dan mikroba, karena kelarutan airnya yang tinggi memudahkan pembuatan larutan stok pekat yang steril dan homogen.
- Larutan standar analisis asam amino, sebab bentuk garamnya yang stabil memberikan bobot penimbangan konsisten sehingga kalibrasi instrumen menjadi lebih terpercaya.
- Sintesis peptida dan konjugat, mengingat dua gugus amino dengan kebasaan berbeda memungkinkan modifikasi selektif melalui strategi proteksi ortogonal yang tepat.
- Riset fermentasi dan optimasi media, karena penambahan lisin terukur membantu mengevaluasi pengaruh asam amino terhadap pertumbuhan dan produktivitas mikroorganisme.
- Modifikasi biomaterial dan hidrogel, sebab rantai samping epsilon-amino menyediakan titik pengikatan untuk menambatkan molekul bioaktif pada permukaan matriks.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 657-26-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, dalam wadah tertutup rapat dan terhindar dari kelembapan |
Simpan L-(+)-Lysine Dihydrochloride dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung serta uap bahan kimia lain. Karena garam asam amino bersifat higroskopis, penyimpanan di dalam desikator sangat membantu mencegah penggumpalan dan menjaga ketepatan penimbangan pada laboratorium beriklim lembap. Gunakan spatula bersih dan kering, timbang secepat mungkin, lalu tutup kembali wadah induk dengan rapat. Hindari kontak dengan basa kuat dan oksidator, kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta jangan menghirup debu selama pemindahan bahan.
—

