Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 657-26-1

L-(+)-Lysine Dihydrochloride TCI L0131

L-(+)-Lysine Dihydrochloride TCI L0131

Identitas Kimia

No. CAS
657-26-1
PubChem
CID 69567·SID 87572086
Rumus molekul
C6H16Cl2N2O2
Berat molekul
219.11 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(2S)-2,6-diaminohexanoic acid;dihydrochloride
SMILES
C(CCN)C[C@@H](C(=O)O)N.Cl.Cl
InChIKey
JBBURJFZIMRPCZ-XRIGFGBMSA-N
Harga reguler Rp 1.273.650,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.273.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

L-(+)-Lysine Dihydrochloride adalah garam dihidroklorida dari L-lisin, asam amino esensial berkonfigurasi alami yang menjadi penyusun protein pada hampir seluruh makhluk hidup. Dalam bentuk dihidroklorida, kedua gugus amino lisin terprotonasi dan berpasangan dengan ion klorida sehingga menghasilkan padatan kristalin yang stabil serta sangat mudah larut dalam air. Format ini banyak dipilih untuk keperluan analitik dan biokimia karena memberikan bahan yang konsisten, mudah ditimbang, dan cepat membentuk larutan jernih tanpa memerlukan pemanasan atau penyesuaian pH yang rumit.

Sifat yang menjadikannya unggul adalah kestabilan penyimpanan yang lebih baik dibandingkan basa bebas, terutama karena bentuk garam tidak mudah bereaksi dengan karbon dioksida dari udara. Kelarutan air yang tinggi memudahkan penyiapan larutan stok berkonsentrasi tinggi untuk media kultur, larutan standar, maupun campuran reaksi. Konfigurasi L-nya sesuai dengan asam amino alami sehingga dapat langsung dimanfaatkan sistem biologis, sementara dua gugus amino dengan tingkat kebasaan berbeda memungkinkan modifikasi selektif setelah strategi proteksi yang tepat diterapkan pada sintesis peptida.

Laboratorium di Indonesia menggunakannya secara luas pada penyiapan media kultur sel dan mikroba, analisis kadar asam amino pada produk pangan dan pakan, serta riset fermentasi yang memanfaatkan mikroorganisme penghasil lisin. Laboratorium farmasi dan bioteknologi memakainya sebagai larutan standar pada pengujian mutu suplemen asam amino, sedangkan kelompok riset biomaterial memanfaatkan gugus epsilon-aminonya untuk memodifikasi permukaan polimer dan hidrogel dalam percobaan kultur jaringan.

Brosur TCI (PDF)

  • Penyiapan media kultur sel dan mikroba, karena kelarutan airnya yang tinggi memudahkan pembuatan larutan stok pekat yang steril dan homogen.
  • Larutan standar analisis asam amino, sebab bentuk garamnya yang stabil memberikan bobot penimbangan konsisten sehingga kalibrasi instrumen menjadi lebih terpercaya.
  • Sintesis peptida dan konjugat, mengingat dua gugus amino dengan kebasaan berbeda memungkinkan modifikasi selektif melalui strategi proteksi ortogonal yang tepat.
  • Riset fermentasi dan optimasi media, karena penambahan lisin terukur membantu mengevaluasi pengaruh asam amino terhadap pertumbuhan dan produktivitas mikroorganisme.
  • Modifikasi biomaterial dan hidrogel, sebab rantai samping epsilon-amino menyediakan titik pengikatan untuk menambatkan molekul bioaktif pada permukaan matriks.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 657-26-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan kristalin
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, dalam wadah tertutup rapat dan terhindar dari kelembapan

Simpan L-(+)-Lysine Dihydrochloride dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung serta uap bahan kimia lain. Karena garam asam amino bersifat higroskopis, penyimpanan di dalam desikator sangat membantu mencegah penggumpalan dan menjaga ketepatan penimbangan pada laboratorium beriklim lembap. Gunakan spatula bersih dan kering, timbang secepat mungkin, lalu tutup kembali wadah induk dengan rapat. Hindari kontak dengan basa kuat dan oksidator, kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta jangan menghirup debu selama pemindahan bahan.

—