L-(+)-Lysine adalah asam amino esensial berkonfigurasi L dalam bentuk basa bebas, yang berarti gugus aminonya tidak terikat sebagai garam sehingga senyawa ini bersifat basa kuat untuk ukuran asam amino. Lisin merupakan salah satu dari sedikit asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh manusia dan harus diperoleh dari makanan, menjadikannya subjek penelitian penting di bidang gizi, pakan ternak, dan bioteknologi fermentasi. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai blok pembangun peptida, komponen media kultur, sekaligus standar analisis pada penentuan kadar asam amino.
Keunggulan bentuk basa bebas terletak pada tidak adanya ion klorida tambahan, sehingga peneliti memperoleh kendali penuh atas komposisi ion dan pH larutan yang disiapkan, hal yang penting pada formulasi media dan dapar sensitif. Rantai samping epsilon-amino yang panjang memberikan muatan positif pada pH fisiologis serta menjadi titik pengikatan silang yang banyak dimanfaatkan dalam imobilisasi enzim dan modifikasi permukaan. Wujudnya berupa padatan kristalin berwarna putih yang larut baik dalam air, dan sifat basanya memudahkan pembentukan garam dengan berbagai asam sesuai kebutuhan percobaan.
Laboratorium di Indonesia memakainya pada riset fermentasi asam amino, pengujian mutu pakan ternak, serta pengembangan produk pangan fungsional yang memperhatikan kecukupan lisin pada bahan berbasis serealia. Laboratorium bioteknologi menggunakannya sebagai komponen media pertumbuhan mikroorganisme maupun kultur sel, sementara laboratorium analisis pangan memanfaatkannya sebagai standar kerja pada analisis profil asam amino dengan kromatografi cair kinerja tinggi.
- Standar analisis profil asam amino, karena senyawa murni berkonfigurasi L ini menjadi acuan kalibrasi pada kromatografi cair maupun penganalisis asam amino otomatis.
- Komponen media kultur sel dan mikroba, sebab lisin merupakan asam amino esensial yang wajib tersedia agar sintesis protein sel berlangsung optimal.
- Blok pembangun sintesis peptida, mengingat dua gugus aminonya memungkinkan perancangan peptida bercabang maupun terkonjugasi setelah proteksi selektif dilakukan.
- Riset gizi dan formulasi pakan, karena kecukupan lisin menentukan mutu protein sehingga senyawa ini dipakai sebagai bahan pembanding dalam percobaan suplementasi.
- Modifikasi permukaan dan imobilisasi enzim, sebab gugus epsilon-amino bebasnya menyediakan titik pengikatan silang yang efektif pada berbagai matriks pendukung.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 56-87-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin berwarna putih |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat, hindari paparan udara lembap berkepanjangan |
Simpan L-(+)-Lysine dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari asam kuat serta bahan pengoksidasi. Sebagai basa bebas, senyawa ini dapat menyerap uap air dan karbon dioksida dari udara bila wadah dibiarkan terbuka, sehingga penutupan yang cermat setelah setiap penggunaan sangat penting, terlebih pada laboratorium beriklim lembap. Gunakan spatula bersih dan kering saat menimbang, hindari kontaminasi silang antar bahan, dan beri label tanggal pembukaan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, serta jas laboratorium, dan hindari menghirup debu halus selama penuangan.
- Russell (2006). Factors affecting lysine degradation by ruminal fusobacteria. FEMS Microbiology Ecology doi:10.1111/j.1574-6941.2006.00041.x
- Zarate dkk. (1997). Free lysine (l-lysine · HCl) is utilized for growth less efficiently than protein-bound lysine (soybean meal) in practical diets by young channel catfish (Ictalurus punctatus). Aquaculture doi:10.1016/s0044-8486(97)00184-1
- Renaud dkk. (2022). Simplified Synthesis and Stability Assessment of Aflatoxin B1-Lysine and Aflatoxin G1-Lysine. Toxins doi:10.3390/toxins14010056
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
