D-Lysine adalah enansiomer D dari lisina, asam amino basa yang memiliki rantai samping berujung gugus amino primer. Berbeda dengan L-lisina yang menjadi penyusun protein alami, bentuk D jarang ditemui pada protein mamalia sehingga kehadirannya dalam suatu peptida menciptakan sifat struktural dan biologis yang khas. Dalam kimia peptida, asam amino D dimanfaatkan secara sengaja untuk merancang molekul yang tidak mudah dikenali dan dipotong oleh enzim protease, sehingga peptida hasil rancangan memiliki umur fungsional yang lebih panjang dalam sistem uji maupun dalam kajian biologis lanjutan.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah kombinasi antara rantai samping bermuatan positif pada pH fisiologis dan konfigurasi D yang tidak lazim. Gugus amino pada rantai samping memberikan titik cangkok yang sangat berguna untuk konjugasi dengan pewarna, biotin, polimer, atau gugus pelindung ortogonal, sementara muatan positifnya meningkatkan kelarutan dalam air dan mendorong interaksi dengan permukaan bermuatan negatif seperti membran sel bakteri. Konfigurasi D juga memengaruhi kecenderungan pembentukan struktur sekunder, sehingga menjadi alat penting bagi peneliti yang merancang peptida siklik, peptidomimetik, dan struktur heliks bergantian.
Laboratorium di Indonesia memanfaatkan bahan ini terutama pada kelompok riset kimia peptida, bioteknologi molekuler, serta kimia medisinal di universitas dan lembaga penelitian yang mengembangkan peptida antimikroba atau kandidat senyawa terapeutik. Bahan semacam ini dibutuhkan dalam jumlah kecil namun berulang, sehingga kemasan 1 g cocok untuk pemakaian skala riset tanpa menyisakan stok berlebih yang berisiko menurun mutunya selama penyimpanan panjang.
Brosur TCI (PDF)
- D-Amino Acids 2026-03-19 · hal. 1
- Sintesis peptida tahan protease, karena penyisipan residu D membuat ikatan peptida di sekitarnya tidak lagi dikenali dengan baik oleh enzim proteolitik pada sistem biologis.
- Rancangan peptida antimikroba, sebab rantai samping bermuatan positif mendukung interaksi elektrostatik dengan membran bakteri yang kaya komponen bermuatan negatif sehingga menunjang aktivitas.
- Pembuatan peptidomimetik dan peptida siklik, mengingat konfigurasi D mengubah kecenderungan lipatan sehingga membantu mengunci konformasi yang diinginkan pada molekul rancangan.
- Bahan pembanding pada analisis kiral asam amino, karena laboratorium memerlukan baku D dan L terpisah untuk memvalidasi metode pemisahan enansiomer secara kromatografi.
- Studi metabolisme dan enzim stereospesifik, sebab respons enzim terhadap isomer D kerap berbeda tajam sehingga senyawa ini berguna menguji selektivitas substrat suatu sistem enzimatik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 923-27-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 1 g |
| Bentuk fisik | padatan/serbuk kristal |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, tertutup rapat, sesuai anjuran label |
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari cahaya langsung, mengikuti anjuran suhu yang tercantum pada label kemasan. Asam amino bebas cenderung menyerap uap air, sehingga botol sebaiknya dibuka sesingkat mungkin dan ditutup kembali segera setelah penimbangan. Gunakan spatula kering dan bersih untuk mencegah kontaminasi silang antarbahan, serta hindari mengembalikan sisa bahan ke botol induk. Bila digunakan untuk sintesis peptida, siapkan larutan segar atau simpan alikuot pada suhu dingin untuk menjaga kemurnian kimianya. Kenakan sarung tangan, pelindung mata, dan jas laboratorium saat menangani serbuk, hindari penghirupan debu, dan buang sisa bahan melalui jalur limbah kimia yang berlaku.
- Islam dkk. (1995). Formation of thymine-lysine and cytosine-lysine adducts in DNA-lysine photoconjugate. Journal of Photochemistry and Photobiology B: Biology doi:10.1016/1011-1344(94)07062-s
- Spolaore dkk. (2018). Site-specific derivatization of human interferon β-1a at lysine residues using microbial transglutaminase. Amino Acids doi:10.1007/s00726-018-2563-1
- Kaçar dkk. (2017). Amperometric l-lysine biosensor based on carboxylated multiwalled carbon nanotubes-SnO2 nanoparticles-graphene composite. Applied Surface Science doi:10.1016/j.apsusc.2017.05.120
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

![71989-26-9 Nepsilon-(tert-Butoxycarbonyl)-Nalpha-[(9H-fluoren-9-ylmethoxy)carbonyl]-L-lysine - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510B3072_4b5e842c-a4b3-4909-8dc2-14a7d17533e7.jpg?v=1768359590&width=533)